SIM dibaca per huruf "es-i-em", sedangkan rudal dibaca sebagai satu kata "ru-dal". Hal ini terjadi karena keduanya memiliki kategori yang berbeda dalam bahasa Indonesia. Dari kasus di atas, kalian sudah menebak belum kita akan membahas apa? Benar banget, Sobat Medcom! Kali ini kita akan mengenal perbedaan antara akronim dan singkatan.
Sebelum membahas perbedaan keduanya lebih lanjut, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan akronim. Simak penjelasannya
Apa Itu Akronim?
Melansir akun Instagram @pt_balaipustaka, meskipun serupa tapi tak sama, akronim dan singkatan memiliki perbedaan mendasar dalam penggunaannya. Akronim merupakan kependekan yang berupa gabungan huruf, suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.Sebagai contoh, mayjen untuk mayor jenderal, rudal untuk peluru kendali, dan sidak untuk inspeksi mendadak. Karakteristik utama dari akronim adalah cara membacanya yang seperti kata biasa, bukan per huruf. Misalnya, kata "rudal" dibaca "ru-dal", bukan "er-u-de-a-el".
Contoh-Contoh Akronim
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan berbagai bentuk akronim yang digunakan dalam berbagai bidang. Beberapa contoh akronim yang umum digunakan antara lain BIN untuk Badan Intelijen Negara, SIM untuk Surat Izin Mengemudi, dan GOR untuk gelanggang olahraga.Contoh lainnya mencakup Iwapi untuk Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, Siskamling untuk sistem keamanan lingkungan, Depkes untuk Departemen Kesehatan, serta Amdal untuk analisis dampak lingkungan. Di bidang militer, terdapat akronim seperti Koramil untuk komando rayon militer, Letjen untuk letnan jenderal, Opmil untuk operasi militer, Wamil untuk wajib militer, dan Pamen untuk perwira menengah.
Akronim juga banyak digunakan untuk menyingkat nama tempat seperti Perpusnas untuk Perpustakaan Nasional, Jakpus untuk Jakarta Pusat, dan Jateng untuk Jawa Tengah. Selain itu, ada juga Prada untuk Prajurit dua dan Intel untuk intelijen. Semua akronim tersebut dibaca sebagai satu kesatuan kata, bukan per huruf.
Apa Itu Singkatan?
Berbeda dengan akronim, singkatan memiliki cara pembacaan yang berbeda. Melansir laman KBBI, singkatan adalah hasil menyingkat atau memendekkan yang berupa huruf atau gabungan huruf, seperti DPR, KKN, yth., dan hlm.Perbedaan mendasar dari singkatan adalah cara membacanya yang dieja per huruf, bukan dibaca sebagai satu kata utuh. Singkatan juga dapat berupa ringkasan atau kependekan dari suatu kata atau frasa yang panjang.
Contoh-Contoh Singkatan
Dalam penggunaan sehari-hari, singkatan sangat banyak ditemukan di berbagai dokumen resmi dan percakapan. Dikutip dari laman Kemendikdasmen, beberapa contoh singkatan yang sering digunakan meliputi KTP untuk kartu tanda penduduk, KUHP untuk Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dan NKRI untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.Contoh singkatan lainnya mencakup PBB untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, PGRI untuk Persatuan Guru Republik Indonesia, PT untuk perseroan terbatas, SD untuk sekolah dasar, serta WHO untuk World Health Organization. Di lingkungan pemerintahan, terdapat singkatan seperti BIG untuk Badan Informasi Geospasial, BIN untuk Badan Intelijen Negara, dan LAN untuk Lembaga Administrasi Negara.
Dalam dunia pendidikan dan administrasi, kita mengenal singkatan seperti MAN untuk madrasah aliah negeri, NIP untuk nomor induk pegawai, PASI untuk Persatuan Atletik Seluruh Indonesia, PAUD untuk pendidikan anak usia dini, SIM untuk surat izin mengemudi, dan UI untuk Universitas Indonesia. Semua singkatan ini dibaca dengan mengeja setiap hurufnya secara terpisah.
Perbedaan Utama Akronim dan Singkatan
Dari penjelasan di atas, Sobat Medcom sudah bisa mengetahui perbedaan utama antara akronim dan singkatan. Perbedaan mendasar terletak pada cara membacanya. Akronim dibaca sebagai satu kata utuh yang wajar, sedangkan singkatan dibaca dengan mengeja huruf-hurufnya satu per satu.Meskipun keduanya sama-sama merupakan bentuk pemendekan, cara pengucapan dan penulisannya memiliki aturan yang berbeda. Pemahaman yang baik tentang perbedaan ini akan membantu kita menggunakan bahasa Indonesia dengan lebih tepat dan benar dalam komunikasi sehari-hari maupun penulisan formal.
Nah itulah perbedaan antara akronim dan singkatan yang patut dipahami agar tidak salah. Semoga bermanfaat ya! (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News