Siswa tengah membaca buku pelajaran di dalam kelas. Foto:  Kemendikbud/Dok. BKLM
Siswa tengah membaca buku pelajaran di dalam kelas. Foto: Kemendikbud/Dok. BKLM

Gaya Belajar Harus Diubah untuk Optimalkan Hasil Asesmen Nasional

Pendidikan Ujian Nasional Kebijakan pendidikan Asesmen Kompetensi Minimum
Ilham Pratama Putra • 04 November 2020 16:32
Jakarta: Asesmen Nasional (AN) akan dilaksanakan pada 2021 mendatang untuk menggantikan Ujian Nasional.  Asesmen ini digunakan untuk mengukur kualitas pendidikan melalui uji kompetensi minimum dan survei karakter.
 
Ketua Yayasan Guru Belajar, Bukik Setiawan mengatakan, untuk bisa mengoptimalkan hasil AN, diperlukan adanya perubahan pembelajaran gaya lama ke gaya baru. Seperti gaya hafalan rumus yang berubah menjadi penalaran.
 
"Kalau cara lama kan kita mengejar murid untuk hafalan rumus sehingga praktiknya memperbanyak latihan soal. Sekarang bukan hafalan, tapi penalaran sehingga perlu terus menerus mengasah penalaran murid melalui pembelajaran Merdeka Belajar," kata Bukik dalam webinar 'Jurus Jitu Lulus AN: Bagaimana Seharusnya Guru dan Kepala Sekolah menyikapi AN', Selasa, 3 November 202

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Soal konten pelajaran yang biasanya menumpuk dan banyak juga dapat diminimalisir. Namun yang harus diperhatikan adalah penguasaan kompetensi dengan melakukan asesmen yang komprehensif dan hasilnya menjadi dasar pembelajaran pada level yang tepat.
 
"Yang bisa kita lakukan adalah pembelajaran yang tertuju pada semua dan setiap murid, gimana cara merangkul semua yaitu melalui kelas Merdeka Belajar," terangnya.
 
Baca juga:  Tips Persiapan Asesmen Nasional Bagi Guru dan Sekolah
 
Terakhir, cara lama yang harus ditinggalkan adalah mengerahkan segala upaya satuan pendidikan pada semester terakhir untuk meningkatkan nilai. Pada saat ini, hal itu harus berubah menjadi penilaian yang objektif demi peningkatan kualitas pendidikan yang nyata.
 
"Enggak usah diakal-akali, semakin diakalin itu mungkin bisa tinggi nilainya, tapi tahun depan itu kita makin menderita, kenapa, karena ukuran kelulusan capaian AN tahun depan harus lebih baik dari 2021," terang dia.
 
Menurutnya, hasil AN juga dapat dijadikan bahan evaluasi pembelajaran sebagai bentuk alat ukur kelulusan.  "Buat Saya untuk mengukurnya sederhana. Kalau capaian AN tahun 2022 itu lebih baik daripada AN 2021, lulus temen-temen. Karena bisa memanfaatkan informasi AN 2021 untuk perbaikan pembelajaran dalam setahun," ujar Bukik.
 
Karena itulah AN menurutnya dilakukan pada siswa yang kelasnya di bawah tingkat akhir yakni kelas 5 SD, 8 SMP dan 11 SMA. Jika siswa tersebut dapat berkembang maka dia bisa dinyatakan berhasil dalam AN.
 
"Saat mendapatkan manfaat berarti kita lulus, kalau enggak ada manfaat ya enggak lulus. Apa manfaatnya, kita dapat potret kualitas pembelajaran, gimana melakukan peningkatan, peningkatan program, kita akan mendapatkan sesuatu luar biasa dari AN," terang Bukik.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif