Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo. Foto: Tangkapan layar.
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo. Foto: Tangkapan layar.

Learning Loss Lebih Banyak Dialami Pelajar Ekonomi Menengah ke Bawah

Ilham Pratama Putra • 01 Oktober 2021 14:01
Jakarta: Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menyampaikan, jika dampak learning loss atau kehilangan kesempatan belajar tidak merata setiap anak. Pria yang akrab disapa Nino itu mengatakan dampak learning loss juga bergantung pada kondisi ekonomi pelajar.
 
"Dampak learning loss lebih besar pada anak yang ekonomi menengah ke bawah. Artinya dampaknya tidak seragam," kata Nino dalam dalam webinar Temu Inovasi ke-12, Jumat, 1 Oktober 2021.
 
Menurut Nino, jika pelajar dengan learning loss tidak ditangani maka dampaknya juga akan kembali kepada kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Hal itu akan menjadi persoalan yang lebih besar buat Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam beberapa tahun ke depan kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat tentu akan menjadi persoalan yang serius kalau tidak ditangani," jelas dia.
 
Baca: Learning Loss pada Siswa Kelas 1-3 SD Paling Mengkhawatirkan
 
Menurut Nino, hal yang dapat dilakukan ialah memastikan anak-anak terus belajar dan menguasai literasi dan numerasi di kelas awal. Atau penguatan literasi dan numerasi bagi siswa kelas satu hingga kelas tiga SD.
 
"Kalau kita miss itu kesenjangann akan semakin besar, mereka kalau engga bisa baca akan semakin ketinggalan," ungkapnya.
 
Selanjutnya, sekolah dapat berfokus memberikan literasi dan numerasi kepada pelajar. Bukan berfokus kepada ketuntasan materi kurikulum apalagi sekedar menyelesaikan buku teks.
 
"Kan kita sudah ada kebijakan kurikulum darurat. Jadi kita berikan opsi ke sekolah, agar guru punya waktu untuk fokus ke literasi, numerasi dan karakter anak-anak," jelasnya.
 
Dia pun mengingatkan, bahwa guru juga diberikan pilihan seperti apa bentuk penyederhanaan yang dilakukan. "Yang jelas penyederhanaannya bisa fokus, memberikan efek positif pada literasi numerasi dengan cara yang menurut sekolah lebih sederhana," tuturnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif