Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kasus Kematian Anggota Menwa Berulang, Pemerintah Ingatkan Kampus Soal Prosedur Berkegiatan

Pendidikan Kemendikbudristek Mahasiswa Resimen Mahasiswa UPN Veteran Jakarta
Ilham Pratama Putra • 01 Desember 2021 11:34
Jakarta: Kasus kematian dari kegiatan pembaretan Resimen Mahasiswa (Menwa) kembali berulang. Terbaru, seorang mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Erna Hernawati Fauziyah meninggal pada 25 September 2021 saat mengikuti kegiatan tersebut.
 
Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam mengimbau kampus terkait prosedur berkegiatan. Dia meminta agar seluruh kampus paham Standar Operasional Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
 
"Kemendikbudristek mengingatkan seluruh kampus agar meningkatkan bimbingan profesional dengan SOP K3 yang baik untuk setiap kegiatan kemahasiswaan yang mengandung resiko tinggi," kata Nizam kepada Medcom.id, Rabu, 1 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nizam berharap kegiatan-kegiatan serupa tak memakan korban lagi. Kemendikbudristek mengajak seluruh pihak mengawal dan bersabar terkait penyelidikan kasus kematian mahasiswa Menwa UPNVJ.
 
"Kemendikbudristek mengimbau agar semua pihak dapat bersabar menunggu hasil penyelidikan dan tidak terhasut oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tutupnya.
 
Baca: Kemendikbudristek Minta Rektor UPN Jakarta Usut Tutas Kasus Kematian Anggota Menwa
 
Sebelumnya, ratusan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menuntut pihak kampus untuk menyelidiki penyebab mahasiswa D-3 Fisioterapi yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pembaretan Resimen Mahasiswa (Menwa) UPNVJ di Bogor pada 25 September 2021.
 
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UPNVJ, Rama Fathurachman saat ditemui dalam aksi unjuk rasa mengenai hal itu di Jakarta, Selasa, 30 November 2021 mengatakan, pihaknya melayangkan lima tuntunan kepada pihak kampus terkait permasalahan tersebut.
 
Ivanno Julius Reynaldi selaku Wakil Ketua MPM UPNVJ yang menyampaikan tuntutan itu mengatakan bahwa pihaknya meminta rilis kronologi dari pihak Menwa dan rektorat.
 
Kemudian, menuntut pertanggungjawaban secara kelembagaan dari Menwa karena mengizinkan kegiatan pendidikan dan latihan dasar (diksar). "Dari Menwa kita menuntut bahwa ada pertanggungjawaban karena dari Menwa sendiri juga bungkam. Bahkan untuk rilis di media sosial mereka pun, untuk ucapan bela sungkawa saja tidak ada," kata Ivanno.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif