UKDW Gelar Workshop Global Englishes, Dokumentasi UKDW.
UKDW Gelar Workshop Global Englishes, Dokumentasi UKDW.

Pendidik Perlu Tingkatkan Questioning Skills

Pendidikan beasiswa osc
16 Juli 2018 10:49
Jakarta: Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) mengadakan 4th Workshop on Teaching Excellence dengan tema “Task Design and Techniques to Engage Students in the Perspectives of Global Englishes” pada hari Kamis, 12 Juli 2018.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UKDW, Ir. Henry Feriadi, MSc. Ph.D.  berlangsung di Ruang Seminar Pdt. Dr. Harun Hadiwijono, Gedung Hagios, Lantai 3, Kampus UKDW, mulai 08.30 WIB sampai dengan 15.00 WIB.  "Acara ini dihadiri 50 peserta yang terdiri dari para dosen berbagai perguruan tinggi dan guru sekolah menengah," kata Henry, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id di Jakartam, Senin, 16 Juli 2018.

Salah satu pemateri, V. Triprihatmini, M.Hum., M.A. dari Universitas Sanata Dharma menyampaikan bahwa para pendidik perlu memahami karakteristik pembelajar abad 21 untuk dapat semakin mampu menfasilitasi proses pembelajaran mereka. Para pendidik juga diharapkan semakin meningkatkan questioning skills untuk dapat semakin menggali pemahaman dan meningkatkan critical thinking para pembelajar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Praktik bersama membuat open and close questions, juga wawasan terbuka ketika membahas Global Englishes. Andai workshop ini lebih dari 1 hari, it must be nice,” kata Ibu Ika Setianingsih, peserta dari Poltekkes Bhakti Setya Indonesia ketika ditanya mengenai kesan beliau terhadap workshop ini. Baca: UKDW Yogyakarta Beri Pelatihan Batik Tulis Pewarna Alam

Seminar ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Dawn Bikowski, Ph.D., Director of English Language Improvement Program and language professor di Ohio University. Dawn Bikowski menyampaikan tentang bagaimana mengaplikasikan konsep Global Englishes dalam perancangan pembelajaran di kelas.

"Tujuan pembelajaran bahasa Inggris di negara-negara dengan bahasa ibu selain Bahasa Inggris seperti di Indonesia sebaiknya lebih menekankan comprehensibility atau bisa tidaknya maksud yang disampaikan dimengerti dan dipahami," kata Bikowski.

Selain itu, semakin banyak orang menggunakan Bahasa Inggris untuk mempromosikan budaya dan potensi negaranya daripada sekadar berkiblat pada budaya penutur asli Bahasa Inggris misalnya Amerika, Inggris, dan Australia.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi