Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim. Dok Pribadi
Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim. Dok Pribadi

DKI Diminta Buka Data Siswa yang Tersisih PPDB Zonasi

Pendidikan PPDB 2020 PPDB DKI Jakarta
Muhammad Syahrul Ramadhan • 01 Juli 2020 12:16
Jakarta: Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta membuka data calon peserta didik baru (CPDB) yang tidak diterima dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi. Khususnya, mereka yang tertolak karena penerapan kriteria usia.
 
"Kami meminta Dinas membuka berapa calon siswa alih jenjang yang tertolak gara-gara usia itu, dan dibandingkan dengan ketersedian rombel (rombongan belajar)," kata Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim kepada Medcom.id, Rabu, 1 Juli 2020.
 
Catatan FSGI, CPDB yang sudah diterima PPDB jalur zonasi ada 43.695 siswa. Rinciannya, 31.011 siswa untuk jenjang SMP dan jenjang SMA 12.684 siswa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari data tersebut, kata Satriwan, untuk jenjang SMA yang diterima jalur zonasi dan berusia 18 tahun hanya 80 orang. Artinya, hanya sedikit CPDB yang usia lebih tua diterima jalur zonasi,
 
"Hanya 80 orang, artinya nggak pengaruh ke zonasi, artinya setara dua kelas se-Jakarta dibandingkan sekitar 10 ribu siswa SMA," ujarnya.
 
Baca:FSGI: Penambahan Kuota Zonasi Kok Tetap Pakai Usia?
 
Menurut Satriwan, transparansi data ini penting guna pemetaan dan pendataan ulang PPDB. "Wajib dilakukan Dinas Pendidikan DKI, supaya anak-anak yang tidak lolos karena faktor usia, tertampung," ucapnya.
 
Ia pun mengapresiasi langkah yang diambil Dinas Pendidikan DKI dengan menambah kuota PPD lewat zonasi tingkat RW. "Kami mengapresiasi keputusan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Kemendikbud, menambah empat siswa per rombel (rombongan belajar), sesuai aspirasi kami,” ungkapnya.
 
Sebelumnya Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta membuka jalur tambahan, yakni zonasi tingkat RW, dalam PPDB 2020. Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana menyebut, jalur baru ini untuk mengakomodasi siswa yang belum diterima di sekolah negeri.
 
"Di mana ada siswa yang satu Rukun Warga (RW) dengan sekolahnya ini belum dapat diterima, maka kami membuka jalur yang namanya zonasi untuk bina RW sekolah," kata Nahdiana.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif