Menurutnya grup Whatsapp ini bekerja secara efektif untuk koordinasi antara guru, orang tua dan murid. Penugasan dari sekolah jika murid terpaksa dirumahkan juga akan dilakukan melalui grup Whatsapp tersebut.
"Kita ada online learning, tapi kalau belum maksimal ya pakai cara manual. Kita ada grup Whatsapp, link ke wali kelas juga ke grup dinas di sekolah. Agar anak-anak dapat tugas dan belajar di rumah," kata Kepala Humas SMKN 15, Helena Pasaribu kepada Medcom.id di SMKN 15 Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2020.
Baca juga: SMKN 15 Jakarta Siapkan Dokter Saat Ujian Nasional
Dengan begitu, dia memastikan siswanya tidak akan ketinggalan materi pembelajaran. Langkah ini juga disiapkan gar kompetensi sekolah tetap tercapai.
Selebihnya, sekolah juga selalu memantau arahan terkini dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dia tak berani mengambil keputusan sepihak untuk meliburkan sekolah.
"Kalau memang ada libur ya kita liburkan. Tentunya untuk menjaga hal yang tidak diinginkan. Tapi yang terpenting sudah kita sampaikan kepada anak untuk menjaga kebersihan, dan ketika sakit segera melapor dan diperbolehkan untuk tidak masuk," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News