Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan HUT Kemerdekaan RI.  ANT/Sigid Kurniawan.
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan HUT Kemerdekaan RI. ANT/Sigid Kurniawan.

Penguatan Inovasi Kunci Keluar dari Kutukan SDA

Pendidikan Pidato Kenegaraan 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 16 Agustus 2019 12:07
Jakarta: Bangsa Indonesia harus melakukan penguatan inovasi untuk keluar dari kutukan Sumber Daya Alam (SDA). Dalam hal ini dibutuhkan inovasi-inovasi disruptif yang dapat membalik kelemahan menjadi sebuah peluang yang menguntungkan.
 
"Berbekal inovasi, kualitas SDM, dan penguasaanteknologi kita bisa keluar dari kutukan sumber dayaalam,"papar Presiden Joko Widodo (Jokowi)dalam Pidato Kenegaraan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-74, pada Sidang Bersama DPD-DPR di Gedung Nusantara, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Jokowi menambahkan, Indonesia memang kaya akan SDA. mulai dari buksit, batu bara, kelapa sawit, ikan dan kekayaan alam lainya. Namun kekayaan tersebut tidak lantas membuat Indonesia terlena, melainkan harus mengoptimalkan penggunaanilmu pengetahuan dan teknologi untuk dapat melompat, bahkan mendahului bangsa lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi tidakcukup di situ. Kalau kita melakukan hilirisasi industri kita pasti bisa melompat lagi."
 
Dengan membangun industri pengolahan bauksit misalnya, maka impor alumina tidak perlu lagi dilakukan. Kemudian membangun hilirisasi industri batubara menjadi (Dimethyl Ether)
11 DME, sehingga bisa mengurangi impor jutaan ton LPG setiap tahunnya.
 
Ditambah lagi jika dapatmembangun hilirisasi industri nikel menjadi ferro nikel sehingga nilai tambah nikel akan meningkat empat kali lipat."Kita harus berani memulai dari sekarang beberapa lompatan kemajuan sudah kita lakukan. Kita sudah mulai dengan program B20, akan masuk ke B30,campuran solar dengan 30 persen biodiesel. Tapi kita bisa lebih dari itu kita bisa membuat B100," tegas Jokowi.
 
Baca:Langkah Cepat dan Selamat Jokowi Buru Investasi Global
 
Kemudian lanjut Jokowi, Indonesia sudah memproduksi sendiri avtur, hingga tidak perlu lagi impor avtur. Tetapi itu pun, kata Jokowi, tidak cukup. Kepala negara menargetkan Indonesia untuk bisa mengekspor avtur.
 
"Kita juga ingin produksi avtur berbahan sawit," kata Presiden Indonesia ketujuh ini.
 
Presiden menambahkan, mobil listrik juga sudah memiliki jalan terang untuk pengembangan, hingga nanti bisa membangun industri mobil listrik sendiri."Kita harus berani melakukan ekspansi tidak hanya bermain di pasar dalam negeri. Produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global,itu yang harus kita wujudkan," seru Jokowi.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif