Peserta difabel SBMPTN (kanan) didampingi pendamping mengikuti ujian di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Depok, MI/Bary Fathahilah
Peserta difabel SBMPTN (kanan) didampingi pendamping mengikuti ujian di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Depok, MI/Bary Fathahilah

Beasiswa Mahasiswa Difabel Diberikan Mulai Tahun Ini

Pendidikan beasiswa Pendidikan Tinggi
Kautsar Widya Prabowo • 15 Maret 2019 18:58
Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tengah menyusun skema beasiswa yang diperuntukan untuk mahasiswa-mahasiwa penyandang disabilitas. Ditargetkan beasiswa tersebut dapat diterapkan mulai penerimaan mahasiswa baru tahun ini.
 
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, calon mahasiswa penerima difabel dapat mengikuti tiga jalur masuk perguruan tinggi layaknya mahasiswa lain. Meliputi Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN), dan Ujian Mandiri (UM). Namun, tidak semua mahasiswa difabel dapat terfasilitasi melalui beasiswa.
 
"Walaupun belum bisa 100 persen, tapi perhatian pemerintah terhadap masyarakat-masyarakat Indonesia dan di kelompok masyarakat (difabel) semuanya bisa dilayani dengan baik," ujar Nasir di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beasiswa ini diperuntukkan kepada mahasiswa difabel dengan kategori dari Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 46 Tahun 2017 tentang Penyandang Disabilitas yaitu mahasiswa yang memiliki keterbatasan fisik, mental, sensorik, dan/atau yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
 
Turunan dari Permenristekdikti tersebut adalah penyandang disabilitas dalam kategori tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunagrahita, gangguan komunikasi, lamban belajar, kesulitan belajar spesifik, gangguan spektrum autis, gangguan perhatian dan hiperaktif.
 
Mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro ini meminta semua perguruan tinggi dapat memperbaiki infrastruktur dan fasilitas yang ramah difabel. Pasalnya saat ini jumlah perguruan tinggi yang telah memiliki fasilitas penunjang, seperti tangga khusus masih sedikit.
 
"Semua kampus perguruan tinggi sudah saya minta kepada mereka-mereka yang difabel agar bisa difasilitasi dengan baik," tuturnya.
 
Baca:Pemerintah Siapkan 650 Ribu Beasiswa Dikti di 2020
 
Sementara itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, Ismunandar mengatakan, meski skema belum berlaku, sebenarnya PTN dan PTS sudah banyak yang menerima mahasiswa difabel. "Jalur mandiri itu setiap tahunnya sekitar 1.000 mahasiswa difabel di Indonesia tapi yang diterima masuk perguruan tinggi itu sekitar 400," tuturnya.
 
Selain itu, menurutnya beasiswa khusus tersebut, kurang lebih menyerupai beasiswa Bidikmisi. Hanya saja yang membedakan anggaran untuk biaya hidup akan lebih besar untuk difabel.
 
"Bebas uang SPP, akan memberikan biaya hidup, malah lebih besar dari Bidikmisi, sekitar satu juta rupiah," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif