Kondisi di sekitar pantai pascatsunami Selat Sunda. BNPB/Humas.
Kondisi di sekitar pantai pascatsunami Selat Sunda. BNPB/Humas.

IPB Turunkan Tim Bantu Korban Tsunami

Pendidikan Tsunami di Selat Sunda
Antara • 24 Desember 2018 19:26
Bogor:  Institut Pertanian Bogor (IPB) menurunkan Tim Aksi Sigap (TAS) dari Pusat Studi Bencana untuk membantu korban tsunami Selat Sunda di Banten.   IPB kehilangan satu pengajarnya dalam bencana itu, yakni Ani Purjayanti,Dosen Bahasa Inggris di Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

"Tim Pusat Studi Bencana IPB sudah diturunkan sejak Minggu, 23 Desember 2018 kemarin,
selain menyalurkan bantuan, dan melakukan pendataan termasuk dokumentasi lokasi terdampak bencana," kata Rektor IPB, Arif Satria seperti dikutip dari Antara, Senin, 24 Desember 2018.
 
Kepala Pusat Studi Bencana LPPM IPB Yonvitner mengoordinasi anggota TAS bersama Surya Genta Akmal sebagai penggerak tim di lapangan.  Di lokasi bencana, tim itu melakukan koordinasi dengan posko Himpunan Alumni-IPB Banten di Labuan, serta melakukan pengiriman dan pemberian bantuan kepada korban bencana di posko bencana yang ada di Kecamatan Sumur, Panimbang, Carita serta Anyer.

Selain itu, tim melakukan pengumpulan data dan dokumentasi lokasi-lokasi yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda. Dalam tahap reaksi cepat tanggap, IPB membantu penyaluran bantuan kepada pengungsi dan selanjutnya mempersiapkan dukungan bagi proses evakuasi dan
rehabilitasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Pencarian Korban Tsunami Diperluas ke Ujung Kulon Arif mengatakan saat ini tim IPB fokus mendukung penanganan dampak bencana di Serang, Pandeglang dan Labuan, Banten.  "Karena ini merupakan daerah yang memiliki keterkaitan dan kerja sama dengan IPB dalam pengembangan pertanian, perikanan kelautan dan pengembangan kapasitas masyarakat selain keberadaan IPB yang memang sangat dekat dengan lokasi bencana," kata Arif.

Kepala LPPM IPB, Aji Hermawan juga sudah mengkoordinasikan dan mempersiapkan berbagai keperluan untuk korban bencana tsunami di Banten.  "Kehadiran IPB tidak hanya sebatas sebagai tim yang bergerak saat bencana terjadi, tetapi juga saat proses pemulihan pascabencana," kata Aji.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB) hingga Senin pukul 07.00 WIB, tsunami telah menyebabkan 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang, dan 11.700 orang mengungsi di sebagian daerah Provinsi Banten dan Lampung.  IPB kehilangan satu pengajarnya dalam bencana itu, yakni Ani Purjayanti,Dosen Bahasa Inggris di Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi