“Total pendaftar bisa mencapai 130 sampai 140 ribu,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Ifan Iskandar di UNJ, Kamis 23 April 2026.
Sementara itu, kuota yang tersedia jauh lebih kecil. Hanya sekitar 9.800 kursi.
“Kuota kami sekitar 9.800-an untuk semua jalur baik itu SNBP, SNBT maupun mandiri,” ujarnya.
Kondisi ini membuat seleksi masuk UNJ sangat kompetitif. Tidak semua peserta bisa diterima sebagai mahasiswa baru di UNJ.
“Ini menunjukkan persaingan sangat ketat,” ucapnya.
| Baca juga: Siap Borong Medali! Kontingen UNJ Turunkan 41 Atlet di LPTK Cup XXII 2025 |
Ifan mengaku, peningkatan jumlah pendaftar terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Angkanya terus naik setiap tahunnya
“SNBP 2026 saja mencapai 63.000 pendaftar,” jelasnya.
Untuk SNBT 2026, jumlahnya bahkan lebih tinggi. Angka pendaftar SNBT 2026 di UNJ makin menunjukkan tren peningkatan minat.
“SNBT sekitar 75.000 pendaftar,” katanya.
Meski peminat terus melonjak, kuota mahasiswa baru tidak bisa ditambah signifikan. Hal itu disebabkan adanya batasan penerimaan mahasiswa baru di PTN dari pemerintah.
| Baca juga: Daftar Lengkap Lokasi UTBK UNJ 2026: Cek Gedung Pusat dan Sekolah Mitra di Sini! |
“Kenaikan kuota dibatasi. Sebagai PTNBH UNJ menerima di jalur mandiri ini 50 persen ya,” ujarnya.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas pendidikan. Rasio dosen dan mahasiswa harus seimbang.
“Kami diminta menjaga kualitas. Kualitas tetap prioritas,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News