Mendiktisaintek, Brian Yuliarto. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

390 Siswa Raih Beasiswa Garuda untuk Kuliah S1 di Luar Negeri, Brian: Jangan Takut Pulang ke Indonesia

Ilham Pratama Putra • 09 Juli 2026 13:09
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 390 siswa menerima Beasiswa Garuda untuk kuliah S1 di luar negeri.
  • Brian meminta awardee tidak takut kembali dan membangun Indonesia.
  • Penerima beasiswa diingatkan tidak merasa paling pintar saat belajar di kampus dunia.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melepas penerima Beasiswa Garuda angkatan pertama. Sebanyak 390 siswa menerima beasiswa tersebut untuk studi S1 di luar negeri. 
 
"Kita juga melakukan pelepasan pembekalan untuk 390 siswa yang akan kita berangkatkan ke kampus-kampus terbaik di dunia," kata Mendiktisaintek, Brian Yuliarto dalam acara Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026, Kamis 9 Juli 2026.
 
Ia berharap penerima Beasiswa Garuda akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga Indonesia semakin banyak memiliki talenta unggul. 

"Kita rekrut dari seluruh sekolah-sekolah terbaik di Indonesia. Dan itu juga terbuka berbagai tes kita sudah lakukan sehingga kami yakin mereka ini adalah talenta-talenta terbaik yang ada di Indonesia," kata Brian.
 
Baca juga: Siap Cetak Generasi Emas, SMA Unggul Garuda Belitung Timur Tawarkan Beasiswa Penuh 3 Tahun  

Di samping itu, ia berpesan penerima Beasiswa Garuda agar menanggalkan sikap manja. Ia berharap siswa dapat bertransformasi menjadi petarung yang tangguh saat menempuh pendidikan di luar negeri maupun ketika kembali ke Tanah Air.
 
Ia menekankan hal tersebut karena maraknya lulusan beasiswa luar negeri yang enggan pulang ke Indonesia dengan dalih minimnya fasilitas atau ketiadaan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bidang mereka. Ia menggarisbawahi alasan tersebut tidak bisa dibenarkan karena para awardee adalah putra-putri berprestasi yang seharusnya berani bersaing dan menciptakan peluang baru di dalam negeri, alih-alih hanya menunggu difasilitasi oleh negara.
 
"Kalau anda terbaik, kenapa anda harus takut bertarung di Indonesia melawan yang tidak bisa ke luar negeri? Jadi jangan takut, jangan nanti setelah lolos (beasiswa) mengeluh tidak ada yang memfasilitasi. Kalau tidak ada bidangnya yang sesuai, anda buat di Indonesia," terang dia.
 
Brian juga mewanti agar para siswa unggulan tidak masuk dalam jebakan kesombongan intelektual atau sindrom the smartest in the room. Menurut Brian, merasa paling pintar adalah awal dari sebuah malapetaka. 
 
"Merasa diri paling pintar akan melahirkan mentalitas yang rapuh ketika dihadapkan pada tekanan akademik yang sebenarnya di kampus-kampus top dunia," tutupnya. 
 
Baca juga: 640 Peserta Ikut Tes Wawancara PPDB SMA Unggul Garuda, Ini Bocoran Seleksinya  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA