"Dari data yang kita miliki hanya 30 persen pelajar kita yang benar-benar memahami literasi dan numerasi," ujar Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek, Benny Bandanadjaja, dalam Sosialisasi Kampus Mengajar Angkatan 4 di Perguruan Tinggi Vokasi secara daring, Selasa, 7 Juni 2022.
Artinya, kata Benny, dari 100 pelajar hanya 30 orang yang memenuhi kemampuan literasi dan numerasi. Sisanya hanya sekadar memiliki kemampuan membaca.
"Berarti 70 persen anak kita ini tidak paham apa yang dia baca. Bisa baca tapi tidak paham," papar dia.
Benny menyebut peningkatan literasi dan numerasi pelajar mesti didorong. Salah satunya lewat mahasiswa.
Pihaknya mengadakan program Kampus Mengajar untuk meningkatkan literasi dan numerasi. Program ini bakal menerjunkan mahasiswa untuk mengajar di sekolah dasar dan menengah pertama.
"Harapannya mahasiswa pada program ini mampu meningkatkan literasi dan numerasi adik-adik kita di sekolah dasar dan SMP ini," tutur dia.
Baca: Literasi Membaca Jadi Fondasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News