Ilustrasi. Foto: Dok Humas Kemenag
Ilustrasi. Foto: Dok Humas Kemenag

Kasus Siswa dan Guru Terpapar Covid-19 Meroket, PTM di Kota Bogor Dihentikan

Antara • 31 Januari 2022 15:56
Jakarta: Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) seluruh jenjang sekolah di daerahnya dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Kebijakan ini mengacu lonjakan kasus covid-19 pada siswa dan tenaga pendidik.
 
"Sampai waktu yang tidak ditentukan, sampai lonjakannya melandai. Vaksin anak-anak sudah seluruhnya, termasuk dosis kedua seluruh guru serta tenaga kependidikan sudah vaksinasi booster (penguat)," kata Bima Arya usai rapat koordinasi lonjakan covid-19 bersama Forkopimda di Taman Ekspresi, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Senin, 31 Januari 2022.
 
Menurut Bima, Pemerintah Kota Bogor akan menggencarkan vaksinasi dosis anak usia 6-11 tahun hingga tuntas dosis kedua. Serta, vaksinasi penguat bagi guru dan tenaga pendidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data Dinas Kesehatan Kota Bogor menyebutkan ada penambahan kasus pasien positif covid-19 dari kalangan siswa dan guru. Semula 36 orang, menjadi 45 orang.
 
Baca: Pemkot Ambon Lakukan Tes Antigen Acak di Sekolah
 
Kasus pasien positif covid-19 pada 36 siswa dan guru terjadi di sembilan sekolah. Terdiri atas lima sekolah tingkat SMA, tiga sekolah tingkat SMP dan satu sekolah ditemukan pada sekolah dasar.
 
Di tingkat SMA, yakni SMA Regina Pacis satu kasus, SMAN 6 sebanyak 15 kasus, SMA Bina Insani 10 kasus, SMAN 2 satu kasus dan SMAN 1 dua kasus. Pada tingkat SMP, di SMPN 6 ditemukan sebanyak empat kasus, SMPN 2 satu kasus dan SMPN 3 satu kasus, terakhir SD Julang ditemukan satu kasus.
 
Dari hasil penelusuran data berkembang menjadi 45 kasus positif dari sekolah-sekolah tersebut. Bima menyampaikan lonjakan pasien covid-19 secara keseluruhan yang telah mencapai 115 melampaui prediksi Satgas Covid-19 Kota Bogor bahwa angka penyebaran mencapai 100 orang, baru Februari 2022. 
 
"Kita sepakati untuk menunda PTM di semua tingkatan, karena angkanya tinggi sekali," ujarnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif