Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran. DOK Unpad
Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran. DOK Unpad

Dosen Unpad Buat Inovasi Tes Kemampuan Berbahasa Indonesia, EKBIU

Renatha Swasty • 25 Januari 2023 20:44
Jakarta: Sobat Medcom pasti sudah tidak asing dengan TOEFL (Test of English as a Foreign Language) atau tes yang dibuat khusus untuk menguji kemampuan bahasa Inggris bagi orang asing. Terinspirasi dari hal tersebut, tim Program Studi Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran (Unpad) merancang tes serupa untuk menguji kemampuan berbahasa Indonesia pada mahasiswa.
 
Tes bernama Evaluasi Kompetensi Berbahasa Indonesia Unpad atau EKBIU ialah inovasi dalam pengajaran mata kuliah bahasa Indonesia di Unpad. EKBIU dirancang khusus oleh tim yang terdiri atas seluruh dosen Prodi Sastra Indonesia Unpad.
 
Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset FIB yang juga dosen Prodi Sastra Indonesia Unpad, Lina Meilinawati Rahayu, menyebut tes EKBIU pertama kali diperkenalkan kepada mahasiswa baru Tahun Ajaran 2022/2023. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa Unpad melalui metode yang diadaptasi dari IELTS atau TOEFL.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lina menjelaskan dasar pemikiran dari perancangan EKBIU ialah adanya perbedaan kemampuan berbahasa Indonesia yang dimiliki setiap mahasiswa. Tim menemukan ada sebagian mahasiswa yang sudah dapat berbahasa Indonesia dengan baik, tetapi sebagian lainnya masih mengabaikan kaidah kebahasaan dalam berbahasa Indonesia.
 
Tim membuat alat tes EKBIU lantaran pembelajaran bahasa Indonesia serupa dengan bahasa Inggris. Melalui tes ini, mahasiswa baru yang lulus tes tidak perlu lagi mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia pada OKK.
 
Sementara itu, bagi yang belum lulus wajib mengikuti mata kuliah untuk diujikan lagi di akhir masa perkuliahan. Mahasiswa akan diberikan kumpulan soal mengenai materi kemampuan berbahasa yang dapat dipakai untuk keperluan menulis karya ilmiah.
 
Total keseluruhan soal yang diujikan mencapai 100. Mahasiswa dinyatakan lolos tes bila mereka menyelesaikan 75 soal.
 
“Soalnya 100, betul 75 artinya bisa dipastikan orang itu sudah tahu kaidah penulisan bahasa Indonesia untuk karya ilmiah,” jelas Lina.
 
Tes EKBIU pertama didapatkan hasil 48 persen mahasiswa lulus tes dan tidak perlu mengikuti perkuliahan bahasa Indonesia. Sementara itu, mahasiswa yang belum lolos tes EKBIU wajib mengikuti mata kuliah tersebut secara asinkronus melalui Live Unpad.
 
“Kami memberikan semua materi di Live Unpad, mereka bisa mempelajari kapan saja,” kata Lina.
 
Mata kuliah ini juga dilengkapi dengan kuis yang dapat dikerjakan kapan dan di mana saja. Setelah melewati satu semester mempelajari materi yang telah diberikan, selanjutnya mahasiswa mengikuti tes EKBIU kembali untuk mengevaluasi hasil pembelajaran.
 
Lina mengatakan meskipun EKBIU dirancang oleh tim dari Unpad, tidak menutup kemungkinan di masa datang inovasi pembelajaran bahasa Indonesia seperti ini akan dikembangkan di luar Unpad.
 
Baca juga: Catatan 2022, Jumlah Peserta UKBI Terus Meningkat Signifikan

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif