Menristekdikti, Mohamad Nasir mengendarai motor listrik Gesits menuju lokasi penyelenggaran Indonesia Startup Summit (ISS) 2019, Kemenristekdikti/Humas.
Menristekdikti, Mohamad Nasir mengendarai motor listrik Gesits menuju lokasi penyelenggaran Indonesia Startup Summit (ISS) 2019, Kemenristekdikti/Humas.

Menteri Nasir Hadiri ISS 2019 Naik Gesits

Intan Yunelia • 10 April 2019 21:05
Jakarta:  Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir membuka Indonesia Startup Summit (ISS) 2019 di Jakarta International Expo pada Rabu, 10 April 2019 dengan mengendarai motor listrik Gesits.  Gesits merupakan satu startup kebanggaan tanah air karya Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan diproduksi PT. Wijaya Manufakturing.
 
Menristekdikti didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe dan Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti melakukan uji coba motor listrik Gesits yang rencananya akan diluncurkan secara resmi pada bulan April ini.
 
Dalam sambutannya Menristekdikti menyampaikan di samping Gesits, di bidang transportasi, juga ada kapal pelat datar yang dikembangkan oleh Teknik Perkapalan Universitas Indonesia (UI) bersama PT Juragan Kapal. PT Juragan Kapal sendiri saat ini sudah memiliki omzet Rp6,5 miliar, tertinggi kedua setelah PT Meta Sukses Pratama (MSP) yang memproduksi Satpam Pintar dengan omzet Rp7 miliar.

"Di samping motor Gesits, di laut kita juga punya kapal pelat datar," ucap Nasir.
 
Baca:  Indonesia Lima Besar Penghasil Startup Dunia
 
Kemenristekdikti baru saja meluncurkan kapal pelat datar tersebut dari Jakarta menuju Bintuni, Papua. Bahkan kapal tersebut mengarungi laut yang gelombangnya mencapai empat meter.
 
"Kata nahkoda kapal, selama lima belas tahun dia menjalankan kapal, baru kapal ini yang paling nyaman dan terbaik," ungkap Nasir di hadapan ratusan peserta.
 
Sumbangan perguruan tinggi yang berkolaborasi dengan industri juga mencakup bidang lainnya, salah satunya di bidang energi antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan PT Pertamina, dengan Catalyst Merah Putihnya.
 
Di bidang advanced material, termasuk di bidang nanoteknologi nanti yang dilakukan oleh para peneliti yang menghasilkan inovasi di bidang kesehatan dan material maju.  Kemudian di bidang energi, mulai dari solar cell dan baterai sudah ada juga.
 
"Renewable energy juga ada dari minyak kelapa sawit bisa digunakan menjadi bensin, solar, avtur, Katalis Merah Putih yang diinisiasi ITB oleh Profesor Subagjo," ungkap Nasir.
 
Di hadapan para startup dan ratusan mahasiswa yang menjadi peserta Indonesia Startup Summit (ISS), Menristekdikti meyakini dan mendoakan para startup yang hadir pada acara tersebut dapat menjadi perusahaan besar dan konglomerat beberapa tahun ke depan. 
 
Indonesia Startup Summit ini menjadi tonggak startup yang dibangun Indonesia dan mampu menggerakkan ekonomi di Indonesia berbasis riset dan teknologi. "Saya berterima kasih kepada para startup. Mudah-mudahan para startup ke depan semakin sukses, mampu menggerakkan ekonomi. Mudah-mudahan dari sini ke depan Anda punya silent hope untuk menjadi perusahaan besar di Indonesia," papar Nasir.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan