Pendidikan Keluarga

Membangun Kebersamaan Lintas Generasi Lewat Menggambar

Citra Larasati 24 November 2018 09:09 WIB
pendidikan anak
Membangun Kebersamaan Lintas Generasi Lewat Menggambar
Director Faber Castell Internasional Indonesia, Yandramin Halim, Medcom.id/Citra Larasati.
Jakarta:  Membangun komunikasi dan kebersamaan antara orangtua dengan anak di era yang serba gawai ini memang susah-susah gampang,  Gawai sering mempermudah banyak hal, namun tidak jarang gawai juga menjadi penghalang kehangatan di tengah keluarga.

Kendala inilah yang banyak dikeluhkan orangtua juga anak di era yang serba digital.  Kebersamaan antara orangtua dan anak terganggu, hanya karena masing-masing anggota keluarga memegang gawai di saat berkumpul.


Akibatnya, komunikasi lintas generasi yang berbeda zaman ini menjadi tidak efektif dan sulit terbangun.  "Dua generasi antara orangtua dan anak saja sekarang sudah susah berkomunikasi. Apalagi dengan generasi di atasnya lagi, yaitu kakek nenek. Sering saat makan bersama, masing-masing sibuk memegang gawai.  Itu mengapa butuh membangun momentum yang efektif, agar komunikasi lintas generasi itu dapat berjalan baik," kata Managing Director Faber Castell Internasional Indonesia, Yandramin Halim, di Jakarta, Jumat, 23 November 2018.

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menghangatkam komunikasi dengan anak dapat dimulai dengan mengkreasikan sebuah kegiatan bersama.  Orangtua dapat memilihkan agenda-agenda menarik yang dapat diikuti anak, orang tua bahkan kakek atau neneknya sekaligus.

Kegiatan tersebut, baiknya merupakan kegiatan yang dapat menjauhkan anak dan orangtua dari gawai meski hanya sejenak.  Kegelisahan ini juga yang melatarbelakangi pihaknya untuk menggelar kompetisi mewarnai bersama seperti Faber Castell Family Art Competition.

Baca: Karya Film Animasi Mahasiswa UMN Berjaya di Jepang

Kompetisi menggambar bersama keluarga ini sering digelar Faber Castell, dan mendapatkan animo yang luar biasa.  Seperti yang digelar beberapa waktu lalu, tidak kurang dari 1.200 peserta antusias mengikuti kompetisi. Mereka terdiri dari orangtua dan anak, bahkan kakek dan nenek.

"Jadi orangtua dan anak menggambar untuk dilombakan, saya lihat ada yang didampingi orangtua, bahkan opa omanya. Ini menarik, lintas dua bahkan tiga generasi," terang Yandramin.

Membiasakan anak berkegiatan dengan orangtua, kata Yandramin, juga dapat menumbuhkan rasa aman dan nyaman secara psikologis.  "Jika anak nyaman berada di lingkungan keluarga, maka akan kecil kemungkinan bagi anak terseret arus negatif dari luar," ujarnya.

Kegiatan menggambar bersama juga tidak hanya positif dari sisi kebersamaan keluarga. Namun juga dapat mengasah kreativitas anak.  "Benefit lain, bagi orangtua untuk relaksasi, sedangkan untuk opa oma, kegiatan menggambar itu obat anti dimensia loh," ungkap Yandramin.

Yandramim menambahkan, bahwa kegiatan menggambar ini sangat baik dilakukan sedini mungkin. Bahkan berdasarkan berbagai penelitian, kegiatan menggambar sudah boleh diperkenalkan sejak bayi.

"Dari bayi sudah bisa, dengan cara ditunjukkan gambar-gambar. Usia 0-6 bulan sudah dapat di stimulasi dengan melihat gambar-gambar, sambil bercerita, ini bagus untuk membangun memori anak, ungkap Yandramin.

Menurut Yandramin, usia 0-6 bulan merupakan golden agebagi orangtua yang ingin menumbuhkan kreativitas anak-anaknya.  "Kreativitas tumbuh pesat hingga usia enam bulan" tutupnya.




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id