DigiCon6 Japan Awards 2018

Karya Film Animasi Mahasiswa UMN Berjaya di Jepang

Intan Yunelia 23 November 2018 18:25 WIB
beasiswa osc
Karya Film Animasi Mahasiswa UMN Berjaya di Jepang
Dokumentasi UMN/Humas.
Jakarta: Dua tim mahasiswa UMN (Universitas Multimedia Nusantara) yang dikirim ke Jepang kembali membawa pulang penghargaan DigiCon6 Japan Awards 2018 yang berlangsung pada 15-17 November di Tokyo, Jepang.  Penghargaan ini menyusul prestasi di DigiCon6 Asia Awards Tingkat Regional Indonesia di jakarta bulan lalu.

Film animasi berjudul Keluarga Satu Setengah karya Michaela Clarissa Levi, Robert Sunny dan Raffael Arkapraba Gumelar mendapatkan penghargaan Silver Innovative Art. Sedangkan film animasi Life of Death karya Jason Kiantoro dan Bryan Arfiandy mendapatkan penghargaan Rising Star Award.


Dari siaran pers yang diterima Medcom.id, Robert Sunny mengatakan, Silver Innovative Art ini diberikan untuk mengapresiasi gaya penceritaan dan visual yang berbeda daripada yang lain.

"Film yang ikut dalam penjurian untuk ketiga Asia Silver Award (Silver Innovative Award, Silver Best Technique dan Silver Asia Perspective) adalah film-film yang memenangkan Regional Silver dari negara masing-masing, artinya Keluarga Satu Setengah masuk ke dalam penjurian bersama 23 film lainnya," kata Robert.

Baca: Peserta Wajib Catat Tanggal Penting dalam OSC

Di sisi lain, penghargaan yang didapat oleh film animasi Life of Death sebenarnya tidak ada dalam daftar. Namun melihat nilai dan pesan yang disampaikan dalam film ini, para juri memutuskan untuk membuat dan memberikan penghargaan baru kepada film Life of Death, yaitu Rising Star Award.

Menanggapi hal ini, Jason Kiantoro mengungkapkan bahwa ia dan Bryan merasa terhormat dan senang mendapatkan Rising Star Award.  "Mereka (juri) rela menambahkan award, membawa kita ke panggung untuk menerimanya, bahkan (mereka) bilang merasa malu tidak mempersiapkan penghargaan jenis ini dari sebelumnya," ungkap Jason.

Tim film animasi Keluarga Satu Setengah dan Life of Death dikirimkan ke Jepang untuk dilombakan dengan film animasi dari 11 negara Asia lainnya. Di antaranya,  Kamboja, Cina, Hongkong, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. 

Hal ini menjadi momen yang paling berkesan oleh kedua tim UMN. Selama di Jepang, mereka mengunjungi beberapa acara, seperti Interbee 2018 yang merupakah sebuah konferensi teknologi media di Jepang, mengikuti seminar dari studi FAN Works, mengunjungi gedung Tokyo Broadcasting System, menyaksikan karya dari beberapa negara, dan makan malam bersama sembari bercengkrama dengan sesama pembuat film.

Meski telah bertanding dalam skala Internasional, langkah tim Keluarga Satu Setengah dan Life of Death tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Keduanya mengaku ingin terus ikut dalam festival atau perlombaan film lainnya selama karya mereka memenuhi kriteria.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id