Restorasi Mahastupa, stupa utama sekaligus terbesar di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa, 6 Oktober 2026. DOK AFP/Devi Rahman
Restorasi Mahastupa, stupa utama sekaligus terbesar di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa, 6 Oktober 2026. DOK AFP/Devi Rahman

Tanpa APBN, Pemugaran Yasti Candi Borobudur Didanai Donatur Umat Buddha

Renatha Swasty • 14 Oktober 2026 10:04
Ringkasnya gini..
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pendanaan pemugaran Yasti Candi Borobudur berasal dari donatur umat Buddha dan swasta tanpa APBN.
  • Upaya konservasi batu candi dari dampak iklim dan hujan polutan diuji coba menggunakan teknologi pelapis air (water repellent).
  • Pemugaran yang melibatkan tenaga ahli dalam negeri ini ditargetkan rampung sebulan tanpa mengganggu aktivitas kunjungan wisatawan.
Jakarta: Pendanaan pemugaran Yasti atau bagian pucuk stupa induk Candi Borobudur disebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendanaan melibatkan beberapa pihak, mulai dari museum dan cagar budaya hingga kalangan pengusaha dan umat Buddha yang berkontribusi melalui organisasi keagamaan.

“Salah satunya terdapat kontribusi donatur pendanaan dari umat Buddha, jadi tidak menggunakan APBN,” beber Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Fadli mengatakan dukungan dari masyarakat dan sektor swasta dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan konservasi, terutama untuk situs bersejarah yang membutuhkan penanganan teknis dan pemantauan secara berkala.

Dukungan pendanaan untuk konservasi cagar budaya perlu diiringi transparansi dan akuntabilitas. Informasi jelas mengenai sumber pembiayaan, pihak yang terlibat, serta mekanisme pengelolaan dana dapat membantu masyarakat memahami bagaimana upaya pelestarian dilaksanakan.

Keterbukaan tersebut juga penting untuk memastikan kontribusi berbagai pihak digunakan sesuai tujuan konservasi dan mendukung pelindungan warisan budaya dalam jangka panjang. Keberhasilan pemugaran juga ditentukan oleh kualitas kajian ilmiah, ketepatan metode konservasi, kompetensi tenaga ahli, dan pengawasan terhadap pekerjaan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian bangunan.

Melalui dukungan berbagai pihak dan pengelolaan yang dapat dipertanggungjawabkan, pemugaran Yasti diharapkan dapat membantu mempertahankan Candi Borobudur sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan spiritual bagi generasi mendatang.
 

Baca Juga :

Indonesia Jajaki Riset dengan Kampus Tiongkok, Bidik Pertanian-Industri
 

Pemugaran Yasti merupakan bagian dari konsolidasi dan konservasi Mahastupa Candi Borobudur. Yasti berada di bagian paling atas stupa induk sehingga setiap tindakan konservasi perlu dilakukan hati-hati. Penanganan harus mempertimbangkan keaslian material, kestabilan struktur, serta nilai sejarah dan spiritual bangunan.

Pemugaran juga membutuhkan keterlibatan tenaga ahli dari berbagai bidang, termasuk arkeologi, arsitektur, dan kimia. Keahlian tersebut diperlukan untuk memahami karakter material batu serta menentukan metode konservasi yang tepat.

Fadli menuturkan salah satu aspek yang paling menjadi tantangan dalam menjaga kelestarian batu candi adalah perubahan iklim dan hujan yang mengandung polutan kimia. Oleh karena itu, pengembangan teknologi konservasi perlu dilakukan melalui pengujian dan kajian bersama para ahli.

“Terdapat teknologi water repellent yang dapat membantu mengurangi penyerapan air ke dalam pori-pori batu, tetapi penerapan teknologi tersebut masih memerlukan pengujian. Kita akan coba dan masih dalam tahap uji coba terus,” ujar dia.

Pemerintah juga masih mendiskusikan langkah penanganan bersama para ahli agar relief dapat dipertahankan untuk generasi mendatang.

Fadli menyampaikan pekerjaan pemugaran ditargetkan berlangsung sekitar satu bulan dan diupayakan tidak mengganggu kunjungan wisatawan.

“Berlangsung kurang lebih kita targetkan dalam waktu sebulan. Kita berharap pemugaran ini juga tidak mengganggu kunjungan,” kata Fadli.

Dia menjelaskan pemantauan dilakukan untuk mengawasi kondisi pekerjaan. Sementara itu, tenaga profesional yang terlibat disebut berasal dari dalam negeri.

Setelah pekerjaan selesai, pembukaan kembali area yang ditutup sementara akan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan akhir dan aspek keselamatan.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan