Hal ini terlihat dalam Local Brand (LB) Festival 2026 yang diikuti lebih dari 80 tenant, baik Food and Beverage (FnB) maupun Non-FnB. Seluruh tenant itu merupakan bisnis yang dikelola mahasiswa Business Creation Alam Sutera.
Head of Business Creation Program BINUS, Dr. Yunita Wijaya Handranata, menjelaskan LB Fest merupakan kegiatan tahunan. Acara ini menjadi wadah untuk menampilkan produk karya mahasiswa dan alumni kepada masyarakat luas.
“Minimal satu kali dalam setahun kami adakan di luar kampus. Harapannya mahasiswa bisa berkembang dan mendapatkan masukan saat memperkenalkan produknya ke masyarakat yang lebih luas,” ujar Yunita kepada Medcom.id di Tangerang, Jumat, 2 Oktober 2026.
Dilatih dari Nol hingga Siap Pasar
Untuk memahami konteksnya, Business Creation Alam Sutera merupakan program jenjang sarjana yang dirancang khusus bagi calon entrepreneur. Pembelajaran dimulai dari dasar hingga tahap pengembangan bisnis secara menyeluruh.Mahasiswa dibekali kemampuan mulai dari merancang ide bisnis, mengelola keuangan, menjalankan strategi pemasaran, hingga mengatur sumber daya. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap menjalankan bisnis secara nyata.
LB Fest Jadi Ajang Uji Bisnis dan Investor
Panggung Local Brand (LB) Festival 2026. Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang
LB Fest 2026 adalah penyelenggaraan keempat. Yunita mengatakan tujuan kegiatan ini tidak berubah, yakni memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji bisnis mereka di pasar.
“Tahun lalu itu kita, in overall sebenarnya kegiatan ini tujuannya sama, tapi kita memang mengadakan di beberapa tempat yang berbeda-beda. Karena memang kita baru mencoba ini, tahun ini kita di Karawaci, tahun yang lalu kita ada di MKG (Mall Kelapa Gading),” tutur dia.
Lebih lanjut, Yunita menuturkan pameran ini tidak hanya untuk menjangkau konsumen. LB Fest juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk bertemu investor.
"Ini sudah yang keempat, kita sebenarnya bukan hanya pameran kepada ini kan kalau kita pameran memperkenalkan kepada konsumen. Namun kita juga ada pameran kepada investor, kita biasanya ikut pameran yang ada di ICE BSD, sehingga institusi mahasiswa ini juga bisa menarik investor-investor dari luar,” ungkap Yunita.
Meski begitu, tidak semua bisnis mahasiswa bisa langsung ditampilkan dalam pameran yang berorientasi investor. Pihak kampus melakukan proses kurasi untuk memastikan kualitas bisnis yang dibawa.
Dia menambahkan, peserta tidak hanya berasal dari bisnis pemula. Sejumlah mahasiswa bahkan telah memiliki bisnis yang berkembang dengan baik.
“Tidak, kita melakukan kurasi tentunya yang memang bisnisnya sudah menghasilkan perusahaan profit yang sehat, sehingga menarik buat investor,” jelas dia.
Proses Kurasi dan Persiapan Matang
Proses kurasi untuk LB Fest tidak dilakukan secara instan. Yunita mengungkapkan persiapan dilakukan sekitar lima bulan oleh tim kampus bersama mahasiswa yang menjadi panitia.Seluruh kegiatan juga dikelola secara mandiri tanpa bantuan event organizer (EO). Hal ini sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengelola sebuah event bisnis.
Booth tenant Local Brand (LB) Festival 2026. Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang
Sebagian besar peserta LB Fest juga sudah memiliki outlet dan produk yang lebih dulu diuji secara internal di BINUS. Setelah dinilai layak dan diterima pasar, produk tersebut baru dibawa ke pameran di luar kampus.
"Penilaian aspeknya dari kita rata-rata ini semuanya memang sudah memiliki outlet dan mereka juga sudah memiliki produk yang sudah kita tes dulu di dalam (internal BINUS) produknya itu sudah confirmed bahwa memang diterima oleh pasar baru kita bawa ke bazar di luar kampus," beber Yunita.