Adab Iduladha (Ilustrasi. Freepik)
Adab Iduladha (Ilustrasi. Freepik)

Meraih Keutamaan Iduladha, Ini Adab dan Amalan Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah

Muhammad Syahrul Ramadhan • 26 Mei 2026 15:04
Ringkasnya gini..
  • Iduladha bukan cuma soal kurban, tetapi juga momentum menghidupkan amalan sunnah Rasulullah SAW seperti takbiran sejak 9 Zulhijah hingga Hari Tasyrik.
  • Jemaah disunnahkan mandi besar, memakai pakaian terbaik serta wewangian, dan menunda makan sampai selesai menunaikan ibadah salat Iduladha.
  • Berjalan kaki melalui rute berangkat dan pulang yang berbeda memiliki hikmah untuk memperluas silaturahmi serta berbagi keceriaan hari raya.
Jakarta: Hari Raya Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban. Momen ini merupakan manifestasi ketakwaan yang merujuk pada kisah pengorbanan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Selain berkurban, terdapat deretan amalan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw untuk menambah pahala dan mempererat kecintaan kita kepada Allah Swt.
 
Bagi Sobat Medcom yang mungkin belum berkesempatan berkurban tahun ini, jangan berkecil hati. Sobat Medcom tetap bisa meraih keistimewaan hari raya dengan menjalankan adab dan amalan sunnah Iduladha berikut ini:

Mengumandangkan Takbir

Menghidupkan malam Iduladha dengan takbir sangat dianjurkan. Waktunya dimulai sejak terbenam matahari pada 9 Zulhijah hingga akhir Hari Tasyrik (13 Zulhijah) waktu Asar. Ini adalah seruan untuk mengagungkan kebesaran Allah Swt.

Mandi Besar Sebelum Salat Id

Sama seperti salat Jumat atau Idulfitri, mandi sebelum berangkat ke lapangan adalah sunnah. Tujuannya agar kita dalam keadaan suci dan segar saat menghadap Sang Pencipta. Hal ini dilakukan oleh sahabat Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Malik.

Mengenakan Pakaian Terbaik

Gunakanlah pakaian paling bagus yang kamu miliki sebagai bentuk penghormatan pada hari raya. Ingat, terbaik bukan berarti harus baru atau mahal, karena pakaian paling mulia di hadapan Allah adalah pakaian takwa.

Memakai Wewangian

Bagi laki-laki, disunnahkan memakai parfum atau minyak wangi yang tidak menyengat berlebihan. Hal ini bertujuan agar suasana ibadah menjadi nyaman bagi jamaah di sekitar kita.

Tidak Makan Sebelum Salat Id

Berbeda dengan Idulfitri, pada Iduladha kita disunnahkan untuk menunda makan hingga selesai menunaikan salat Id. Disunnahkan pula untuk segera makan setelah pulang dari tempat salat, terutama mengonsumsi daging kurban jika memungkinkan.

Berangkat Lebih Awal

Datanglah ke tempat salat dengan tenang dan tidak terburu-buru. Sambil menunggu imam memulai salat, manfaatkan waktu tersebut untuk terus berzikir dan melantunkan takbir di lokasi salat.

Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat

Jika jarak rumah dan tempat salat memungkinkan untuk dijangkau, berjalan kaki adalah pilihan utama. Rasulullah saw biasa berangkat dan pulang dari tempat salat dengan berjalan kaki (HR Ibnu Majah).

Melewati Jalan yang Berbeda

Cobalah menggunakan rute berangkat dan rute pulang yang berbeda.
Hikmahnya, kamu dapat bertemu lebih banyak orang, memperluas silaturahmi, serta melihat kondisi lingkungan sekitar yang mungkin membutuhkan pertolongan.

Mengajak Wanita dan Anak-Anak

Salat Iduladha memiliki keutamaan besar, terutama pada khotbahnya. Rasulullah saw memerintahkan agar kaum wanita (termasuk yang sedang berhalangan salat) dan anak-anak ikut ke lapangan untuk mendengarkan khotbah dan merasakan keberkahan hari raya.

Mempererat Silaturahmi

Gunakan momen setelah salat untuk berkunjung ke rumah kerabat, tetangga, dan sahabat. Berbagi hidangan kurban dan saling mendoakan akan mengikis permusuhan serta memperkuat ikatan emosional antar sesama muslim.

Menunjukkan Keceriaan

Iduladha adalah hari kemenangan dan kegembiraan. Tunjukkanlah wajah yang ceria, tebarkan senyum, dan bagikan kebahagiaan kepada siapa saja. Keceriaan ini merupakan bentuk syukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Melaksanakan adab-adab di atas adalah bukti kecintaan kita pada sunnah Rasulullah saw. Mari kita jadikan Iduladha tahun ini lebih bermakna dengan meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial kita.
 
Semoga Allah Swt menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba yang bertakwa. Selamat Hari Raya Iduladha!

(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA