Kontrol Kelurahan Lemah, SKTM Mudah Didapat
Calon siswa mengikuti pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) daring (online) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Solo, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Maulana Surya)
Jakarta: Kasus banyaknya masyarakat yang mendaftarkan anaknya ke sekolah menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) disebut tak lepas dari lemahnya kontrol kelurahan terhadap masyarakat.

Faktanya, SKTM dimanfaatkan agar calon siswa diterima di sekolah yang diinginkan meskipun berasal dari keluarga mampu.


"SKTM ini menjadi peluang orang tua mengaku--mendadak--miskin. Ada kontrol yang tidak baik di kelurahan sehingga orang mudah sekali mendapatkan SKTM," ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan Retno Listyarti melalui sambungan telepon dalam Editorial Media Indonesia, Rabu, 11 Juli 2018.

Lemahnya kontrol di kelurahan, kata Retno, pada dasarnya bisa disiasati oleh sekolah. Meski menggunakan SKTM, sekolah bisa mengetahui apakah calon siswa yang mendaftar memang masuk kategori tidak mampu atau sebaliknya.

Hal itu bisa diketahui dari tagihan pembayaran listrik setiap bulan misalnya. Mereka yang menggunakan listrik dengan daya mulai dari 1.300 VA tidak bisa dikategorikan keluarga miskin. 

"Ini kan sebenarnya ada pola-pola yang tidak perlu menggunakan SKTM. Lebih mudah menggunakan keterangan apakah rumahnya kontrak atau melihat dari pembayaran listrik setiap bulan," ungkapnya.

Baca juga: Calon Siswa Tak Layak Gunakan SKTM? Laporkan!





(MEL)