Ilustrasi peta. Medcom
Ilustrasi peta. Medcom

Pelajar, Simak Bahasan Lengkap Seputar Luas dan Batas Wilayah Indonesia

Medcom • 11 Agustus 2022 20:13
Jakarta: Batasan wilayah selalu menjadi hal yang krusial bagi suatu negara. Karena batasan negara menjadikan pemerintah atau bahkan masyarakat tahu berapa luas negara mereka atau di mana sekarang mereka berpijak.
 
Banyak warga Indonesia yang tidak asing lagi dengan Susi Pudjiastuti. Susi merupakan mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia yang selalu melakukan tindakan berbeda dengan menteri-menteri sebelumnya.
 
Tindakan Susi yang paling besa ialah menenggelamkan kapal pencuri ikan dari negara lain yang melewati batas negara Indonesia. Sekilas memang takjub dan berbeda, namun memang itulah yang seharusnya wajib dilakukan kapal asing yang mencuri sumber daya alam negara Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain pencurian ikan adalah perbuatan ilegal yang dilarang hukum, secara wilayah, kapal asing tersebut juga tidak diperkenankan untuk mengambil ikan dan masuk ke daerah yang menjadi kedaulatan negara Indonesia tanpa izin.
 
Melansir dari laman Ruangguru, berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang luas, dampak positif dan negatif, serta batasan wilayah Indonesia:

Luas wilayah Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Menurut data dari Badan Informasi Geospasial, total luas wilayah Indonesia sekitar 5.180.053 km2 dan memiliki 17.499 pulau.
 
Dari total luas wilayah tersebut, luas perairan Indonesia mencapai 3.157.483 km2 dan luas daratannya sekitar 1.922.570 km2. Secara geografis, Indonesia juga berbatasan dengan beberapa negara, baik darat maupun laut.
 
Wilayah Indonesia meliputi darat, perairan, dasar laut, dan tanah di bawahnya, serta ruang udara di atasnya, termasuk juga seluruh sumber kekayaan yang ada di dalamnya. Perihal kewilayahan ini diambil menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008.
 
Dengan adanya pembagian batas wilayah secara hukum seperti ini, akan jelas meminimalisasi adanya berbagai bentuk pelanggaran yang mungkin terjadi. Hal ini seperti masuknya warga negara asing ke wilayah Indonesia tanpa izin.
 

Dampak positif dan negatif luas wilayah Indonesia

Dampak positif

  1. Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat beragam, baik yang berada di daratan maupun lautan
  2. Indonesia memiliki banyak ruang yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun pengembangan IPTEK, misalnya pemanfaatan ruang untuk pembangunan, konservasi, dan penelitian

Dampak negatif

  1. Wilayah yang sangat luas membuat wilayah Indonesia sulit untuk dilakukan pengawasan, terutama di zona-zona perbatasan. Untuk melakukan pengawasan dibutuhkan banyak teknologi yang canggih dan tenaga pengawas membutuhkan biaya yang besar
  2. Luas yang besar membutuhkan penataan ruang yang kompleks karena memiliki keragaman dalam geografis maupun budaya
  3. Wilayah Indonesia yang terbentuk kepulauan menyulitkan dalam hal akses antar wilayahnya, sehingga kesenjangan dalam pembangunan tidak dapat dielakan

Batas wilayah Indonesia

Batas Laut

Dalam menentukan batas-batas laut wilayah Indonesia, biasanya digunakan metode penarikan garis dari bagian pantai yang paling rendah ketika surut hingga beberapa mil ke depan. Dalam batas laut ini terdapat beberapa pembagian, di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Bagian Utara: Laut Thailand, Laut Filipina, Laut Palau, Laut Cina Selatan
  2. Bagian Selatan: Samudra Hindia dan wilayah laut milik Australia
  3. Bagian Timur: Samudra Pasifik
  4. Bagian Barat: Samudra Hindia dan wilayah laut milik India
Selain batas-batas laut pada utara, selatan, timur dan barat, batas laut juga memiliki pembagian batas laut seperti batas laut teritorial, batas landas kontinen, serta zona ekonomi eksklusif. Berikut pengertiannya:

 1. Batas Laut Teritorial

Laut teritorial adalah batas laut yang ditarik dari sebuah garis dasar dengan jarak 12 mil (19,3 km) ke luar ke arah laut lepas. Garis dasar yang dimaksud adalah garis yang ditarik pada pantai waktu air laut surut.
 
Batas teritorial membuat wilayah laut Indonesia menjadi satu kesatuan seperti saat ini. Laut-laut yang terletak antara pulau tidak lagi menjadi laut bebas, sehingga kapal-kapal asing tidak bisa bebas keluar masuk ke wilayah Indonesia.
 
Apabila ada laut dengan lebar kurang dari 24 mil dikuasai oleh dua negara, maka cara menentukan wilayah teritorial kedua negara adalah dengan menarik garis yang sama jauhnya dari garis pantai terluar.
 
Di dalam batas laut teritorial ini, Indonesia mempunyai hak kedaulatan sepenuhnya. Negara lain dapat berlayar di wilayah ini dengan izin pemerintah Indonesia.
 

2. Batas Landas Kontinen

Landas kontinen adalah batas perpanjangan dari benua yang terendam air laut yang diukur sampai sedalam 200 meter dari permukaan laut. Namun, jika landas kontinennya terlalu landai, maka batasnya akan diukur sejauh 200 mil dari pantai.
 
Oleh karena itu, wilayah laut dangkal dengan kedalaman 200 meter merupakan bagian dari wilayah negara yang berada di kawasan laut tersebut. Batas landas kontinen diukur mulai dari garis dasar pantai ke arah luar dengan jarak paling jauh adalah 200 mil.
 
Batas landas kontinen termasuk penting bagi suatu negara. Hal ini dikarenakan sumber daya alam yang terkandung di dalam landas kontinen suatu negara dapat dimanfaatkan oleh negara tersebut.
 
Pemerintah negara tersebut memiliki hak dan wewenang untuk memanfaatkannya Pemanfaatannya seperti ikan atau barang tambang, dengan tetap menghormati dan tidak mengganggu jalur pelayaran internasional.

3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE adalah wilayah laut sejauh 200 mil yang diukur dari garis pangkal pantai pulau terluar ke arah laut lepas. Apabila ZEE suatu negara berhimpitan dengan negara lain, maka penetapannya dapat dilakukan dengan perundingan dua negara dan dibagi sama rata.
 
Dalam ZEE, negara yang bersangkutan memiliki kewenangan untuk mengeksplorasi, memanfaatkan, dan mengolah segala sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Hal ini termasuk sumber daya hayati maupun non hayati di permukaan, di dalam, dan di dasar laut untuk tujuan kesejahteraan bangsa.
 
Sementara itu, negara lain memiliki kebebasan untuk pelayaran serta pemasangan kabel atau pipa bawah laut. Mengenai kegiatan-kegiatan di ZEE Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983 pasal 5 tentang ZEE. Pada ZEE, Indonesia memiliki hak untuk:
  1. Melakukan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan konservasi sumber daya alam
  2. Berhak melakukan penelitian, perlindungan, dan pelestarian laut
  3. Mengizinkan pelayaran internasional melalui wilayah ini dan memasang berbagai sarana perhubungan laut
 

Batas Darat

Batas daratan adalah batasan negara yang berada di darat dan secara langsung berbatasan dengan wilayah lainnya. Batas ini bisa berupa kenampakan geografis seperti hutan, gunung, dan bentangan darat lainnya, baik mempunyai akses ataupun tidak sesuai dengan kesepakatan negara yang berbatasan.
 
Indonesia sendiri berbatasan langsung di darat dengan tiga negara dalam batas darat Perbatasan darat ini yaitu Papua Nugini (berbatasan dengan Prov. Papua), Timor Leste (berbatasan dengan Prov. Nusa Tenggara Timur), dan Malaysia (berbatasan dengan Prov.Kalimantan Barat dan Timur).
 
Berikut detail perbatasan darat wilayah Indonesia:
  1. Bagian Utara: Malaysia, Singapura, Vietnam
  2. Bagian Selatan: Timor Leste
  3. Bagian Timur: Papua Nugini
  4. Bagian Barat: tidak ada karena hanya berbatasan dengan lautan

Batas Udara

Batas udara suatu negara dibagi menjadi dua, yaitu batas horizontal dan batas vertikal. Batas-batas ini ditentukan oleh klaim masing-masing negara dan lebih mudah dilanggar karena sulit dijaga dan penjagaannya memakan cukup banyak biaya.
 
Penentuan batasnya juga dipengaruhi oleh kemampuan memanfaatkannya, seperti untuk penerbangan, komunikasi, dan satelit cuaca. Berikut pembagian batas udara, yaitu horizontal dan vertikal:

1. Batas Udara Vertikal

Berdasarkan Konferensi Chicago (1944) tentang penerbangan sipil dan Space Treaty (1967) tentang pengelolaan ruang angkasa, batas udara vertikal suatu negara belum dapat dipastikan, tetapi dalam kisaran tinggi 110 - 130 km.

2. Batas Udara Horizontal

Batas udara horizontal Indonesia memiliki luas yang sama dengan luas negara Indonesia, baik itu luas darat maupun luas laut Indonesia.
 
Itulah luas, dampak positif dan negatif, serta batasan wilayah Indonesia. Setelah mengetahuinya, diharapkan Sobat Medcom dapat menjaga dengan lebih baik lagi kedaulatan NKRI. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
Baca juga:

 
(REN)
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif