Kuliah. DOK Medcom
Kuliah. DOK Medcom

Jangan Sampai Salah! Kenali Bedanya Jurusan Psikologi dan BK Sebelum Daftar Kuliah

Renatha Swasty • 26 Januari 2026 17:03
Jakarta: Memasuki musim seleksi masuk perguruan tinggi, banyak calon mahasiswa yang masih merasa bimbang dalam menentukan pilihan jurusan. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah “Apa sih bedanya antara jurusan psikologi dan bimbingan konseling (BK)?” 
 
Meski kelihatannya mirip karena sama-sama mempelajari perilaku manusia, keduanya ternyata memiliki banyak perbedaan. Banyak orang mengira kalau lulusan Psikologi dan BK akan menjalani peran yang sama persis setelah lulus.
 
Padahal, jika ditelaah lebih dalam, kurikulum yang diajarkan di perkuliahan memiliki fokus yang sangat berbeda. Psikologi lebih banyak mengupas sisi ilmiah dan rahasia di balik perilaku manusia, sedangkan BK lebih fokus pada cara praktis untuk membantu dan membimbing seseorang agar lebih berkembang.

Perbedaan ini penting diketahui agar calon mahasiswa tidak menyesal di tengah masa studi. Calon mahasiswa perlu memahami mata kuliah yang akan dipelajari, gelar yang didapat setelah lulus, hingga ke mana arah karier nantinya.
 
Bagi Sobat Medcom yang sedang menimbang-nimbang jurusan kuliah, yuk simak poin-poin yang membedakan jurusan Psikologi dan BK dilansir dari akun Instagram @akupintar.id 

Perbedaan jurusan Psikologi dan BK

1. Fokus utama jurusan: “Why” vs “How”

Perbedaan paling mendasar ada pada sudut pandangnya.  Jurusan Psikologi lebih fokus pada pertanyaan "Why" (Kenapa). Kamu akan diajak memahami cara kerja otak, teori kepribadian, hingga alasan di balik perilaku tertentu. 
 
Jurusan BK lebih fokus pada pertanyaan "How" (Bagaimana). Fokusnya adalah mencari solusi, membimbing individu agar berkembang, serta memastikan kesehatan mental dan masa depan yang cerah.
 
Apa yang dipelajari di bangku kuliah?
 
Di jurusan Psikologi, kamu akan menjadi "detektif perilaku" yang akrab dengan data. Kamu akan belajar metode penelitian, statistik, dan teori-teori kepribadian untuk menganalisis fenomena manusia secara mendalam.
 
Sementara itu, jurusan BK lebih banyak mengasah kemampuan interpersonal. Kamu akan belajar teknik konseling, cara berkomunikasi yang efektif, serta cara menjadi pendengar yang baik untuk membantu orang lain mencari jalan keluar dari masalahnya.
   

2. Fokus bidang kerja

Lulusan Psikologi memiliki cakupan kerja yang luas dan tidak selalu harus bertemu orang. Mereka bisa bekerja di balik layar mengolah data riset, menjadi HRD di perusahaan (PIO), atau bekerja di rumah sakit. Fokusnya adalah studi ilmiah dan riset.
 
Di sisi lain, lulusan BK umumnya bekerja sebagai garda terdepan untuk membantu orang secara langsung. Karier utamanya adalah menjadi Guru BK di sekolah, konselor pendidikan, atau konsultan karier dengan pendekatan personal yang kuat.

3. Gelar, fakultas, dan kampus

Berikut gelar yang akan didapatkan dan fakultas yang menaungi jurusan Psikologi dan BK.

1. Jurusan Psikologi

Lulus dengan gelar S.Psi (Sarjana Psikologi). Biasanya bernaung di bawah Fakultas Psikologi. Menariknya, di beberapa kampus seperti Unpad atau UNS, jurusan ini masuk kategori Saintek/IPA. Sementara itu, di mayoritas kampus lain seperti UI, UGM, atau Unair, jurusan ini masuk kategori Soshum/IPS.

2. Jurusan BK

Lulus dengan gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan) karena fokusnya memang di dunia pendidikan. Jurusan ini berada di bawah Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP/FKIP) dan masuk dalam kategori Soshum.

4. Jenjang karier setelah lulus

Lulusan S1 dari kedua jurusan ini memiliki jenjang karier yang berbeda:
  • Lulusan Psikologi belum bisa langsung disebut Psikolog. Kamu wajib melanjutkan studi S2 Magister Psikologi (Profesi) untuk mendapatkan izin praktik.
  • Lulusan BK sudah bisa langsung bekerja sebagai guru BK di sekolah. Namun, untuk menjadi lebih profesional, disarankan untuk mengambil Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau lanjut ke jenjang S2 Bimbingan Konseling.
Pada akhirnya, baik Psikologi maupun BK punya peran yang sangat penting di dalam kehidupan. Keduanya adalah bidang yang mulia karena sama-sama bertujuan meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pendekatan mental dan perilaku.
 
Dengan memahami lima perbedaan besar di atas, calon mahasiswa diharapkan tidak lagi bimbang dalam menentukan langkah dan bisa menjalani masa perkuliahan dengan penuh semangat. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat bagi Sobat Medcom, ya! (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan