Kepala SMA Negeri 3 Semarang, Rusmiyanto, mengatakan pihaknya berupaya menerapkan konsep SPMB Ramah. SPMB Ramah di sekolah tersebut dilakukan melalui berbagai inovasi layanan, baik secara luring maupun daring.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah sistem antrean digital. Sistem ini dipercaya dapat memudahkan calon murid memantau giliran layanan.
"Suasana antrean serasa di bank, serasa di customer service Telkomsel, serasa di hotel dengan aplikasi pemanggil antrean," ujar Rusmiyanto dalam webinar Youtube Ditjen PAUD, dikutip Kamis 11 Juni 2026.
| Baca juga: Pendaftaran SPMB Demak 2026 untuk TK, SD, dan SMP Dibuka: Ini, Syarat, Jadwal, dan Link Daftarnya |
Melalui sistem tersebut, calon murid dapat mengetahui nomor antrean yang sedang dilayani. Tak hanya itu calon murid juga langsung mengetahui loket tujuan, hingga meja layanan yang masih tersedia.
Menurut dia, sistem ini membuat peserta tidak harus terus menunggu di depan loket. Sehingga antrean menjadi lebih efektif.
"Mereka bisa ke mana, ke toilet atau ke kantin, juga diketahui nomor meja-meja yang masih kosong," jelasnya.
Tak hanya itu, sekolah juga menyediakan berbagai posko layanan. Mulai dari bantuan pendaftaran, verifikasi berkas, layanan informasi, hingga helpdesk pengaduan.
Sebagai bentuk evaluasi pelayanan, SMA Negeri 3 Semarang juga menyediakan survei kepuasan yang dapat diakses melalui kode QR. Calon murid dan orang tua dapat memberikan penilaian terhadap kualitas layanan yang diterima.
Rusmiyanto mengatakan pendekatan tersebut bertujuan menciptakan pengalaman pendaftaran yang lebih humanis. Selain itu proses SPMB menjadi transparan, dan menyenangkan.
"Ini bentuk SPMB Ramah yang humanis sekaligus menghibur," tuturnya.
Selain layanan luring, sekolah juga membuka berbagai kanal komunikasi daring selama 24 jam. Layanan ini dapat diakses melalui website, media sosial, email, hingga podcast khusus yang membahas informasi SPMB.
| Baca juga: Cara Cek NISN untuk Aktivasi Akun SPMB 2026, Ini Langkahnya |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda