"Indonesia saat ini di bidang inovasi tertinggal ranking 36 dari 130 negara di dunia, Dibandingkan Singapura, Malaysia, dan Thailand di atas kita. Vietnam hampir mendekati kita, yang dulu jauh di belakang kita," kata Dirjen Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe, di acara workshop 'Inovasi dan Transformasi Digital' di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018.
Bahkan, dari indeks inovasi pun, Indonesia masih jauh tertinggal. Dari 145 negara, Indonesia hanya menempati peringkat ke 88.
Bila berkaca dari negara-negara maju, digitalisasi sangat vital di segala aspek kehidupan. Inovasi berkembang pesat, seiring perubahan dan transformasi ekonomi digital.
"Saya kira penting dan kita tahu bahwa arus utama penggerak ekonomi ke depan itu adalah inovasi dan digitalisasi," ucapnya.
Baca: 4 Tahun Pembangunan Infrastruktur Dongkrak Peringkat Daya Saing
Jumain menambahkan, perlu ada perubahan pola pikir di masyarakat. Terutama pada aspek pelayanan publik. Transformasi dari konventional services menjadi digital services.
"Kalau pola pikir tidak terjadi, maka proses keberhssilan dari suatu tranformasi digital akan melambat," tuturnya.
Jumain menambahkan, inovasi mutlak dilakukan sebagai langkah awal perubahan. Bisa dimulai dari pemerintahan dan swasta. "Kita harus berubah kalau tidak akan ketinggalan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News