Sekretaris PWNU dan MUI Wilayah Jawa Timur Hasan Ubaidillah (kiri). DOK Unair
Sekretaris PWNU dan MUI Wilayah Jawa Timur Hasan Ubaidillah (kiri). DOK Unair

MUI Jatim: Vaksin Merah Putih Halal dan Suci Berdasarkan Uji Lapangan

Renatha Swasty • 07 Maret 2022 14:59
Jakarta: Sekretaris PWNU dan MUI Wilayah Jawa Timur Hasan Ubaidillah memastikan vaksin Merah Putih halal. Fatwa berdasarkan uji lapangan BPOM MUI.
 
“Dari berbagai macam pertimbangan, MUI akhirnya putuskan vaksin Merah Putih dihukumi halal dan suci,” kata Hasan dalam Sekolah Pascasarjana Airlangga Forum bertajuk ‘Vaksin Merah Putih dan Ketangguhan Bangsa Menghadapi Pandemi’ dikutip dari laman unair.ac.id, Senin, 7 Maret 2022.
 
Hasan menjelaskan MUI melakukan sejumlah prosedur uji. Seperti konsultasi dengan ahli, mengunjungi perusahaan produsen vaksin, serta musyawarah ulama dan ahli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga akhirnya keluar fatwa Nomor 8 Tahun 2022 terkait vaksin Merah Putih. Hasan memaparkan isi fatwa.
 
“Pertama, tidak memanfaatkan atau intifa dari hal-hal yang diharamkan atau bahan yang tercemar. Kedua, hasil dari fatwa ini tidak memanfaatkan bagian tubuh manusia," papar Hasan.
 
Ketiga, bersentuhan dengan barang najis mutawassitah sehingga dihukumi mutanajjis. Namun, sudah dilakukan penyucian yang telah memenuhi ketentuan syari.
 
"Jadi, tahrir syari," tutur dia.
 
Keempat, pengadaan vaksin menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk vaksin Merah Putih. Selain itu, pada poin b, peralatan yang digunakan dan proses produksi vaksin telah memenuhi ketentuan.
 
Hasan mengatakan ketentuan hukum Fatwa MUI menyatakan vaksin covid-19 Merah Putih yang diproduksi PT Biotis Indonesia dihukumi halal dan suci. Sehingga, vaksin Merah Putih bisa digunakan.
 
“Vaksin Merah Putih di Indonesia sebagaimana dijelaskan di angka satu (poin sebelumnya), boleh digunakan,” tutur dia.
 
Hasan menyebut keputusan dikeluarkan MUI Pusat. Hal itu dipertegas dengan pembubuhan tanda tangan dari pimpinan MUI Pusat.
 
“Ini (fatwa) dari pusat, bukan Jawa Timur. Ditandatangani Ketua Komisi Fatwa Prof Dr Hasanuddin AF MA. Langsung ditandatangani Ketua Umum KH Miftachul  Akhyar dan Sekretaris Jenderal Dr H Amirsyah Tambunan,” kata dia.
 
Baca: Dicari Relawan Uji Klinis Vaksin Merah Putih Tahap 2, Cek Cara Daftarnya
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif