Presiden Joko Widodo sedang menyalami siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di salah satu sekolah, MI/Agus Mulyawan.
Presiden Joko Widodo sedang menyalami siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di salah satu sekolah, MI/Agus Mulyawan.

80 Persen Siswa Penerima Sudah Gunakan KIP-ATM

Pendidikan kartu indonesia pintar RNPK 2019
Citra Larasati • 12 Februari 2019 10:25
Depok: Capaian sebaran Kartu Indonesia Pintar yang menggunakan sistem kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sudah mencapai 80 persen. Dengan begitu, alternatif pencairan dana PIP tidak lagi hanya dilakukan dengan mengantre di teller bank, namun juga dapat ditarik di mesin ATM.
 
Mendikbud, Muhadjir Effendy mengatakan capaian distribusi KIP sangat menggembirakan, yakni hampir 100 persen. Alokasi anggaran Kemendikbud Rp17.9 juta dan sekarang sudah 80 persen menggunakan sistem kartu ATM.
 
"Jadi kartu KIP tidak sekadar kartu identitas yang menunjukkan kepemilikan hak, tapi juga bisa untuk mengambil uang. Sehingga pemilik bisa mengambil secara bertahap sesuai kebutuhan. Bahkan untuk SMA dan SMK bisa untuk menabung kalau kebetulan dapat rezeki," papar Muhadjir di sela-sela Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan, di Pusdiklat Kemendikbud, Sawangan, Depok, Selasa, 12 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerataan KIP, menurut Muhadjir, melibatkan tiga pihak terkait, seperti TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan), Kemensos untuk data, dan Kemendikbud yang mendistribusikan KIP. Ketiga pihak ini saling berkaitan, sehingga KIP memenuhi target.
 
"Misalnya untuk data ada proses penyepadanan dari dapodik dan data di Kemensos. Jadi tidak hanya murni dari sekolah dan Kemensos," terangnya.
 
Baca:Pemegang KIP Dapat Prioritas di Bidikmisi 2019
 
Dengan KIP yang menggunakan sistem ATm, maka siswa semakin mudah mencairkan dana.Di samping bisa datang ke Bank, ATM, juga dapat mencairkan di agen laku pandai di sekolah. "Anak-anak punya KIP bisa mengambil di sana tanpa penarikan biaya," imbuh mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.
 
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memberikan apresiasi pembaruan pengembangan layanan Program Indonesia Pintar (PIP) yang sebelumnya berupa pemberian uang tunai di teller bank, saat ini dipermudah dengan adanya Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang menggunakan sistem Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
 
“Pengembangan layanan PIP saat ini sudah sesuai dengan perkembangan zaman. Saat ini siswa sudah tidak perlu lagi antre di teller bank, tetapi Kemendikbud telah mengembangan pencairan dana manfaat PIP dengan menggunakan KIP-ATM, dan ini patut diberikan apresiasi,” tutur Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Muhammad Irfansyah, ditemui di sela-sela RNPK 2019.
 
Ia mengatakan, penggunaan KIP-ATM di wilayahnya sangat membantu, khususnya daerah yang jauh dari kota tidak perlu lagi mencari bank yang telah ditunjuk untuk melakukan proses adminitrasi pencairan dana manfaat PIP. Ia berharap pihak bank penyalur dapat melakukan jemput bola untuk mempermudah pencairan dana PIP, seperti membawa mobil ATM.
 
Baca:Sebagian Siswa Komunitas Adat Terpencil Belum Tersentuh KIP
 
“Sementara ini masih berharap bank yang telah dipilih dapat membantu dengan jemput bola,” ujar Irfansyah.
 
Selain jalur pendidikan formal, kata dia, Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur juga menaruh perhatian terhadap peserta didik pendidikan kesetaraan. Penyerapan dana manfaat PIP untuk jenjang ini masih terus dilakukan. “Penerima dana PIP dari pendidikan kesetaraan saat ini masih terus lakukan,” terangnya.
 
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur sampai saat ini masih terus melakukan sosialisasi tentang penggunaan dan cara pencairan dana manfaat PIP ke sekolah-sekolah. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti kepala sekolah dan tokoh masyarakat.
 
Keterlibatan tokoh masyarakat menurutnya sebagai salah satu cara jitu agar para orangtua lebih memahami penggunaan dana PIP. ”Kita terus melakukan edukasi kepada penerima PIP bahwa penggunaan dana bantuan tersebut untuk keperluan pendukung pendidikan anak dan bukan untuk keperluan orangtua,” tutur Irfansyah.
 
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar (PIP) pada Pasal 2 menerangkan bahwa PIP bertujuan untuk membantu biaya personal pendidikan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin yang terdaftar sebagai peserta didik pada satuan pendidikan formal atau nonformal.
 
“Kami memberi perhatian tinggi terkait amanat dalam Permendikbud tersebut. Oleh karena itu, pihak dinas sering melakukan survei secara random terhadap para siswa penerima dana PIP dalam hal pemanfaatannya agar tepat penggunaannya,” pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi