Militer AS membantu pasukan SDF di Suriah. Foto: AFP
Militer AS membantu pasukan SDF di Suriah. Foto: AFP

Lika-Liku Perang Saudara di Suriah: Kronologi, Penyebab, dan Dampak Konflik

Medcom • 30 Maret 2022 18:35
Jakarta: Salah satu negara Timur Tengah, Suriah, masih menghadapi konflik internal. Perang saudara yang sudah berlangsung sejak 2011 itu nampaknya belum menemukan titik terang.
 
Dikutip dari Zenius, ketegangan ini rupanya tidak hanya dipicu faktor internal, melainkan ada campur tangan negara barat. Lantas, sebenarnya apa penyebab perang saudara di Suriah yang tak kunjung mereda?

Kronologi perang saudara di Suriah

Peristiwa memilukan ini bermula ketika rakyat sipil melancarkan aksi demonstrasi dan protes terhadap pemerintah Suriah. Mereka menuntut Presiden Bashar al-Assad untuk mundur dari jabatannya usai hampir lima dekade menguasai pemerintahan.
 
Publik merasa tidak puas dengan pemerintahan Presiden Assad lantaran dianggap otoriter dan tidak menghargai kebebasan rakyat. Selain itu, mereka juga menilai banyak tindakan korupsi terjadi selama pemerintahan Assad.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alih-alih mendengarkan suara rakyat, sang presiden justru mengerahkan Tentara Nasional Suriah untuk memadamkan pemberontakan. Alhasil, sejumlah demonstran ditahan. Parahnya lagi, reaksi tentara yang menembaki demonstran dengan brutal mengakibatkan banyak korban jiwa berjatuhan.
 
Kekerasan itu sama sekali tidak menyelesaikan permasalahan, justru malah memicu perlawanan yang semakin besar. Amarah rakyat sipil kian membara, hingga aksi protes terus berlanjut dan menyebar ke kota-kota lain di Suriah.

Penyebab konflik Suriah

Kabar mengenai kebrutalan Presiden Assad dalam menghadapi demonstran ini terdengar sampai ke seluruh dunia. Tak sedikit negara yang mengecam pemerintahan tersebut.
 
Negara barat seperti Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Uni Eropa, dan Kanada bahkan ikut turun tangan. Mereka berusaha mendesak Assad untuk mundur dari kursi presiden.
 
Sayangnya, meski perang saudara telah berkecamuk, Assad masih terpilih pada pemilihan umum 2014. Hasil itu membuktikan di tengah desakan turun dari pemerintahan, tak sedikit pendukung yang ingin dia menjabat presiden kembali.

Dampak perang saudara di Suriah

Tak ada hal positif yang diperoleh dari perang, begitu pun dengan yang terjadi di Suriah. Seperti situasi perang lainnya, konflik ini mengakibatkan ratusan ribu korban tewas.
 
Menurut data Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), diperkirakan ada lebih dari 250 ribu orang meninggal dalam perang saudara ini. Meski belum bisa dipastikan, jumlah korban meninggal akibat perang ini diyakini kian bertambah.
 
Kondisi yang tak kondusif juga membuat jutaan warga Suriah mengungsi. Mereka membutuhkan bantuan kemanusian, hingga akhirnya banyak yang melarikan diri ke negara lain demi keselamatan.
 
Tak cuma melenyapkan ratusan ribu jiwa, perang saudara ini menghancurkan banyak kota. Beberapa di antaranya, kota terbesar di Suriah, Allepo dan Homs, yang kini tinggal menyisakan puing-puing reruntuhan.
 
Kondisi yang carut marut tentu membuat ekonomi di negara ini ikut terpuruk. Laporan keuangan yang ditulis World Vision dan Frontier Economics memperkirakan konflik sejauh ini menelan biaya sebesar USD275 miliar. Angka ini bahkan 150 kali lebih besar dari anggaran kesehatan Suriah praperang.
 
Dampak-dampak tersebut tentunya bisa menjadi semakin parah, mengingat perang saudara di Suriah tak kunjung selesai sampai sekarang. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: 15 Tentara Tewas dalam Serangan ISIS ke Bus Militer Suriah
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif