Ilustrasi PTM di Kota Malang. Branda Antara
Ilustrasi PTM di Kota Malang. Branda Antara

Merdeka Belajar Disebut Program Pembelajaran Sesuai Kebutuhan

Pendidikan pendidikan Merdeka Belajar Kemendikbudristek Kurikulum Merdeka
Ilham Pratama Putra • 27 April 2022 10:28
Jakarta: Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Nasional (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo (Nino) menyebut kebijakan Merdeka Belajar sangat unik. Nino menuturkan Merdeka Belajar merupakan kebijakan yang fleksibel bagi setiap satuan pendidikan.
 
"Kebijakan Merdeka Belajar bersifat asimetris. Program yang sesuai dengan kebutuhan," tutur Nino dalam webinar Implementasi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, Selasa, 26 April 2022.
 
Nino menuturkan Kurikulum Merdeka dalam implementasi Merdeka Belajar bersifat dinamis dan berbeda-beda model penerapannya di setiap satuan pendidikan. Ia mengatakan tak ada lagi intervensi untuk penyeragaman dalam pendidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Program yang kita rancang tidak untuk menyeragamkan intervensinya tapi memberikan ruang intervensi yang kontekstual," sebut Nino.
 
Nino mengatakan Merdeka Belajar sangat berorientasi pada pelajar. Dia menyebut pelajar dapat diberikan stimulus terhadap tumbuh kembang.
 
"Jadi, tak hanya memberikan bangku, tetapi setelah masuk ke sekolah bahwa pengalaman belajarnya itu menstimulus tumbuh kembang anak secara holistik. Tumbuh karakter dan kompetensi dasar," tutur dia.
 
Baca: Kurikulum Merdeka Diyakini Akan Menjawab Cita-Cita Merdeka Belajar
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif