Mendikbudristek Nadiem Makarim di Kampus Unpad. Foto: Dok Kemendikbudristek
Mendikbudristek Nadiem Makarim di Kampus Unpad. Foto: Dok Kemendikbudristek

Nadiem: Perundungan di Lingkungan Sekolah Harus Dihapuskan

Antara • 17 Januari 2022 21:01
Bandung: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan aksi perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah harus dihapuskan. Aksi perundungan di sekolah merupakan salah satu dosa besar sistem pendidikan.
 
Secara khusus, Nadiem menyoroti aksi perundungan dan kekerasan yang terjadi di SMAN 1 Ciamis, Jawa Barat. Ini disampaikan Nadiem ketika menyambangi Universitas Padjadjaran (Unpad).
 
"Itulah alasan mengapa kita harus mengambil garis yang sangat keras, tindakan keras, dan mengambil posisi," kata Nadiem di Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung, Jawa Barat, Senin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nadiem menyesalkan masih terjadinya aksi perundungan di sekolah. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan upaya-upaya untuk meniadakan sepenuhnya aksi perundungan dan kekerasan yang membudaya di lingkungan sekolah.
 
Baca: 110 Sekolah di Kudus Rusak, Perbaikan Ditargetkan Mulai Maret
 
"Kita adalah negara berkebhinekaan, dengan kasih sayang, tapi kekerasan seksual, intorelansi, perundungan, sudah menjadi budaya di dalam sistem pendidikan kita, dan itu harus kita eradikasi," ungkapnya.
 
Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah mengusut kasus dugaan aksi perundungan dan kekerasan dalam kegiatan perpeloncoan yang dinamai 'Lingkaran Setan' pada kelompok pramuka di SMAN 1 Ciamis.
 
Menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo, ada setidaknya 18 siswa yang menjadi korban dalam kegiatan perpeloncoan tersebut.
 
"Sejauh ini sudah ada enam orang yang diperiksa, terdiri dari dua korban, tiga saksi, dan satu pembina pramuka dari sekolah," kata Ibrahim.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif