Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal

Dosen Jangan Tertipu, Publikasi Jurnal Internasional Tak Bayar

Pendidikan Pendidikan Tinggi Publikasi Ilmiah
Ilham Pratama Putra • 31 Januari 2020 14:47
Jakarta: Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam menyebut penulisan jurnal internasional tak pernah membebani dosen. Bahkan Nizam menegaskan, dosen tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun saat mengurus jurnal internasional.
 
"Itu yang salah, kalau karya ilmiah dipublikasikan di jurnal internasional yang benar dan berkualitas, tidak ada bayar membayar," kata Nizam di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat 31 Januari 2020.
 
Menurut Nizam ketika dosen diminta membayar, berarti ada oknum yang nakal kepada dosen.  Nizam menyebut mereka sebagai jurnal predator atau abal-abal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau bayar membayar, kebanyakan mereka ini jurnal predator.  Seolah internasional tapi sebenarnya itu hanya sekadar mencari uang," ujarnya.
 
Nizam mengingatkan agar dosen tak terpengaruh rayuan jurnal predator.  Karena biasanya jurnal predator itu selalu menjanjikan jurnal bisa terbit dalam seminggu.
 
"Padahal untuk menerbitkan jurnal internasional bisa berbulan-bulan. Soalnya ada tahap verifikasi, review dan lain-lain dulu kan," pungkas dia.
 
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menemukan ratusan jurnal ilmiah predator atau abal-abal. Mereka yang berada di balik jurnal predator ini kerap menipu dosen yang ingin mempublikasikan karya ilmiahnya.
 
Pernyataan Nizam disampaikan untuk menjawab permintaan Anggota Komisi X DPR dari fraksi Partai Gerindra, Djohar Arifin Husin kepada Mendikbud, Nadiem Makarim saat Raker dengan Komisi X DPR, Selasa, 28 Januari 2020.  Djohar mengusulkan kepada Nadiem agar kewajiban dosen menerbitkan karya ilmiah di jurnal internasional sebagai syarat kenaikan dan mempertahankan jabatan fungsional dihapuskan.
 
Djohar menilai kewajiban itu minim manfaat, bahkan dalam praktiknya hanya menyulitkan dosen.  "Ada yang sampai menggadaikan sepeda motornya. Ada yang mobil. Macam-macam penderitaan dosen-dosen karena harus menulis (karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional). Ini hendaknya dihapuslah," kata Djohar dalam rapat kerja Komisi X dengan Kemendikbud di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif