Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Nadiem Masih Berharap NU, Muhammadiyah, dan PGRI Gabung POP

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Fachri Audhia Hafiez • 29 Juli 2020 10:21
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim masih berharap Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bergabung dalam program organisasi penggerak (POP). Ketiga organsiasi itu mundur dari program tersebut.
 
"NU, Muhammadiyah, dan PGRI bisa kembali membimbing kami, kembali melibatkan diri dalam proses ini," kata Nadiem dalam webinar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertajuk 'Menjaga Integritas dalam Implementasi Kebijakan PPDB', Rabu, 29 Juli 2020.
 
Nadiem ingin ketiga organisasi yang telah berkecimpung di dunia pendidikan bertahun-tahun bisa memberikan masukan dalam perjalanan POP. Ia menyadari program tersebut belum sempurna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"POP itu kesempatan untuk Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) belajar dari organisasi-organisasi pendidikan yang sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun mengerjakan berbagai inovasi di lapangan," ujar Nadiem.
 
Ia menjelaskan bergabungnya ketiga organisasi itu akan memberikan ruang kepada Kemendikbud menyempurnakan program yang jadi bagian kebijakan merdeka belajar itu. Gagasan, teknik, hingga pola pikir organisasi akan memudahkan pengimplementasian program secara nasional.
 
"Jadi pada saat program (POP) itu jalan satu tahun, setelah itu kita akan mengevaluasi melihat mana yang menciptakan suatu dampak yang tinggi berdasarkan numerasi, literasi, survei, karakter dan pola pikir yang paling efektif dalam organisasi tersebut akan kita ambil dan kita implementasikan," jelas Nadiem.
 
Lembaga Pendidikan Ma'arif NU, PP Muhammadiyah, dan PGRI mundur dari POP karena merasa janggal dengan program tersebut. Proses seleksinya dinilai tak transparan. POP lantas menuai polemik. Nadiem telah meminta maaf atas polemik yang terjadi.
 
Baca: Poros Pelajar Nasional Usulkan Anggaran POP Dialihkan Bantu Honorer
 
POP menjadi salah satu ide Nadiem di program Merdeka Belajar. Kemendikbud menyeleksi terhadap ribuan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga untuk mendukung program pelatihan guru dan tenaga pendidik. Anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp575 miliar.
 
Sebanyak 184 proposal dari 156 ormas dinyatakan lolos seleksi termasuk, NU, Muhammadiyah, dan PGRI. Seluruh organisasi terpilih akan mendapat kucuran dana mulai dari Rp1 miliar, Rp5 miliar, hingga maksimal Rp20 miliar.
 

(OGI)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif