Foto Tugu Kujang, Bogor. Foto: DJKN Kemenkeu
Foto Tugu Kujang, Bogor. Foto: DJKN Kemenkeu

Anti Boncos! Intip Biaya Hidup Mahasiswa di Bogor, Bisa di Bawah Rp1 Juta Lho

Citra Larasati • 25 Februari 2026 15:48
Ringkasnya gini..
  • Mengintip biaya hidup mahasiswa yang kuliah di Bogor.
  • Salah satu mahasiswa membagikan ceritanya dalam mengelola biaya hidup.
  • Ternyata dengan pengelolaan yang bijak, biaya hidup mahasiswa di Bogor bisa ditekan hingga di bawah Rp 1 Juta saja.
Jakarta: Biaya hidup sering kali menjadi pertimbangan siswa dan orang tua saat memilih daerah dan perguruan tinggi selain biaya pendidikan itu sendiri. Pasalnya, biaya hidup di setiap daerah berbeda-beda, tergantung pada tingkat kemahalannya masing-masing.
 
Beberapa daerah digemari dan menjadi incaran calon mahasiswa baru, salah satunya karena berbiaya hidup relatif terjangkau, atau bahkan murah.  Di antaranya adalah Yogyakarta, Solo, hingga Bogor. 
 
Artikel kali ini akan membahas satu dari daerah tersebut, yakni Bogor. Lokasinya yang berada tidak jauh dari Ibu Kota, DKI Jakarta kerap memunculkan kekhawatiran calon mahasiswa IPB University dari tanah rantau. Karena berpotensi berbiaya hidup tinggi. 

Namun, tak perlu cemas berlebihan. Pengeluaran bulanan mahasiswa di Bogor masih tergolong terjangkau, terlebih lagi jika disertai pengelolaan yang tepat. Hafizh Purnama Putra, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan IPB University angkatan 59 (2022), membagikan gambaran pengeluarannya per bulan selama kuliah di Bogor.
 
Ia menyebut kebutuhan hidup mahasiswa berkisar antara Rp950 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan, tergantung gaya hidup dan pilihan tempat tinggal. Hafizh sendiri mengaku rata-rata kebutuhan bulanannya sekitar Rp950 ribu.
 
“Rinciannya makan Rp750 ribu, kuota Rp100 ribu, dan lain-lain Rp100 ribu,” ujarnya.
 
“Kalau teman-teman saya yang tinggal di kos, kisaran biaya kos di sekitar IPB itu Rp500 ribu sampai Rp850 ribu per bulan untuk kos standar,” jelasnya.
 
Untuk tempat tinggal, Hafizh mengaku beruntung. Selama hampir tiga tahun, ia tinggal di hunian beasiswa Rumah Sigap Armada. Dirinya hanya membayar uang kas Rp100 ribu per bulan yang sudah termasuk listrik, air, dan Wi-Fi.
 
Selain Rumah Sigap Armada, terdapat sejumlah asrama mahasiswa serupa di sekitar kampus IPB, di antaranya Asrama Pondok Inspirasi, Rumah Quran, Asrama Global Leadership, Asrama Minang, dan Rumah Inisiatif.
 
IPB University juga menyediakan beberapa pilihan asrama yang dikelola Unit Pengelola Asrama Mahasiswa IPB (UPAMI), meliputi Asrama Mahasiswa PKU (tingkat 1) di Kampus Dramaga dengan biaya Rp2.000.000 per tahun, diperuntukkan bagi mahasiswa tahun pertama, terutama penerima beasiswa KIP-K dan jalur afirmasi.
 
Ada pula Leadership Dormitory yang bisa dihuni mahasiswa sejak tingkat dua, terdiri atas Asrama Kepemimpinan Putra (Rp2.000.000 per tahun) dan Asrama Kepemimpinan Putri (Rp1.600.000 per tahun). Seleksi dilakukan berbasis prestasi dan potensi kepemimpinan. Selain itu, tersedia Asrama Luar Dramaga seperti Felicia, Ekasari, dan Sukasari dengan biaya rata-rata Rp150.000 per bulan sebagai alternatif hunian di luar kampus utama.

Biaya Makan

Dari sisi konsumsi, Hafizh memperkirakan biaya makan harian berkisar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu. Jika diakumulasikan, kebutuhan makan bulanan bisa mencapai Rp750 ribu hingga Rp1 juta, tergantung frekuensi dan pilihan menu.
 
Untuk transportasi, ia mengandalkan sepeda motor dengan pengeluaran bensin sekitar Rp30 ribu per minggu atau Rp120 ribu per bulan. Namun, menurutnya, mahasiswa tanpa kendaraan bisa lebih hemat dengan memanfaatkan bus kampus secara gratis.
 
Selain kebutuhan pokok, terdapat pula pengeluaran tambahan seperti nongkrong, uang kas organisasi, serta belanja kebutuhan kecil secara daring. “Sebulan mungkin Rp200 ribu,” katanya.
 
Hafizh membagikan sejumlah strategi untuk menekan pengeluaran. Ia menyarankan mahasiswa yang tinggal di kos dengan fasilitas dapur agar memasak sendiri dan membeli kebutuhan bulanan sekaligus di swalayan.
 
“Beli juga mie (Instan) sekardus, buat ganjel lapar mendadak,” ujarnya.
 
Ia juga menekankan pentingnya cermat dalam memilih makanan. “Harus pandai juga nyari makanan berat under Rp15 ribu. Kalau misalnya di atas Rp15 ribu berarti harus ngorbanin jatah makan setelahnya dengan mencari yang lebih murah,” tuturnya.
 
Selain itu, mahasiswa dapat mencari pekerjaan sampingan sesuai bakat, seperti menjadi MC, moderator, pembicara, atau content creator. "Mengikuti kegiatan yang menyediakan konsumsi juga bisa menjadi cara menghemat anggaran makan harian," kata dia.
 
Jadi kesimpulannya, dengan perencanaan yang matang dan gaya hidup sederhana, biaya hidup mahasiswa di Bogor dinilai tetap bisa dikendalikan tanpa harus overthinking.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan