Deputi II Kantor Staf Presiden, Yanuar Nugroho dalam diskusi di Yogyakarta. Foto: KSP.
Deputi II Kantor Staf Presiden, Yanuar Nugroho dalam diskusi di Yogyakarta. Foto: KSP.

Pemerintah Targetkan Serap 10 Juta Tenaga Kerja Baru

Pendidikan Pendidikan Tinggi Revolusi Industri 4.0
Intan Yunelia • 26 Maret 2019 10:46
Jakarta: Era revolusi industri 4.0 menuntut kualitas tenaga kerja yang lebih terampil. Pemerintah menyiapkan strategi di era 4.0 dengan menargetkan ketersediaan 10 juta lapangan kerja baru yang sesuai dengan kebutuhan era disrupsi teknologi.
 
Deputi II Kantor Staf Presiden, Yanuar Nugroho mengatakan, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi 10 negara terbesar pembuka lapangan kerja yang dapat menyerap 10 juta tenaga kerja baru hingga 2030 nanti. Di era revolusi 4.0 diprediksi akan muncul jenis pekerjaan-pekerjaan baru yang menuntut keterampilan sumber daya manusianya.
 
"Yang dibutuhkan ke depan bukan berlomba kecepatan teknologi, melainkan kecepatan dan ketrampilan diri untuk menjadi pemenang. Ubah potensi jadi aksi," kata Yanuar di Jakarta, Senin, 25 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menuju ke arah sana, pemerintah saat ini tengah menyiapkan infrastruktur berbasis digital. Sarana insfratruktur digital yang maju mendorong anak-anak muda berkreasi di industri digital.
 
"Yang paling penting adalah mengubah pola pikir manusia Indonesia. Pemerintah butuh seribu lebih anak muda untuk bisa melahirkan seribu startup," ujarnya.
 
Baca:UNJ Mewajibkan Mata Kuliah Big Data dan Coding
 
Sementara itu, Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Wikan Sakarinto memperkirakan pada revolusi industri 4.0 nanti akan terjadi automasi besar-besaran. Sehingga peran manusia sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan dan menjadi perancang sistem.
 
"Mahasiswa dituntut berpikir kritis dan multi disiplin. Mereka harus berlomba mengasah kemampuan, seperti kemampuan bahasa Inggris, teknik informatika, dan skill berkomunikasi," terangnya.
 
Ia menuturkan, dalam industri baru nanti lawan kompetensi manusia akan berubah. Robot dan teknologi tak hanya menjadi kawan namun bisa menjadi lawan.
 
"Sehingga pemahaman dan pelatihan industri 4.0 yang diberikan Universitas kepada mahasiswa penting dilakukan," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif