Betonisasi, MI/Lilik Dharmawan.
Betonisasi, MI/Lilik Dharmawan.

Mahasiswa UNS Ciptakan Beton Berkualitas Tinggi

Pendidikan Riset dan Penelitian
Antara • 10 Oktober 2018 19:45
Solo:Mahasiswa Universitas Sebelas Maret(UNS) Surakarta berhasil menciptakanbahan bangunan beton kualitas tinggi berbahan alam, yaitu dari tulang sapi. Mahasiswayang tergabung dalam Tim Semar Solid ini berhasil membuat beton, yang tidak hanya ramah lingkungan, namun juga murah.
 
"Selain tulang sapi, kami juga menggunakan limbah marmer," kata salah satu anggota tim, Panji Pramayswara Pamilih seperti dikutip dari Antara, Rabu, 10 Oktober 2018.
 
Ia mengatakan, beton tersebut berjenisself compacting concrete(SCC),atau beton mutu tinggi yang dapat memadat sendiri. Menurut Panji, SCC yangdiciptakan oleh tim tersebut ramah lingkungan, juga ramah kantong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena metode SCC itu membuat beton bisa memadat sendiri tanpamemerlukan vibrasi, atau upaya lain untuk memadatkan beton, kata mahasiswaTeknik Sipil UNS tersebut.
 
Dalam metode tersebut, kata Panji, limbah marmer dan tulang sapidiolah sebagai bahan campuran dalam beton. Sebab selama ini, banyak limbah terbuang dari kedua bahan tersebut.
 
"Akhirnya kami memanfaatkannya.Keduanya dapat membuat beton lebih cepat mengeras dan jugadapat meningkatkan kuat tekan betonnya," katanya.
 
Baca:UNS Kirim Tim Tanggap Bencana ke Palu
 
Ia mengatakan, tulang digunakan dalam struktur beton karena memilikikandungan kalsium oksida (CaO) yang besar. Menurut dia, CaOmerupakan komposisi terbesar dalam semen.
 
"Begitu juga denganmarmer, memiliki unsur kimia utama, yaitu silikon dioksida/silikat
(SiO2), kalsium oksida (CaO), dan magnesium oksida (MgO)," sebut Panji.
 
Ia mengatakan, kandungan kimia tersebut sebagian terdapat dalam semen.Selain unsur kimia, dikatakannya, marmer juga dikenal memiliki kuat tekanyang cukup tinggi.
 
"Saat diuji, beton kami kuat tekannya mencapai 20 (mega pascal) padaumur 24 jam. Sekitar 41,6 persen dari kuat tekan 28 hari," paparnya.
 
Anggota lain dalam tim, Yesika Azzukhruf mengatakan, inovasi beton buatanmereka dapat diaplikasikan untuk pembuatan jalan. Mengingat proses pengerasanbeton yang mereka ciptakan tidak memerlukan waktu lama.
 
"Sebagaiperbandingan, jika beton biasa sekitar tiga hari baru dapat 40 persen kuat
tekan. Untuk beton yang kami ciptakan cukup membutuhkan waktu satu hari," tegas Yesika.
 
Di samping itu, penggunaan kedua bahan tersebut dinilailebih ekonomis. Sebab dapat menghemat biaya sekitar 7,78 persen daripembuatan beton dengan menggunakan material biasa.
 
Sementara itu, hasil karya tim, sudah melalui serangkaian ujicoba dan dilombakan dalam Kompetisi Inovasi Beton Internasional(International Concrete Competition) 2018 yang diadakan oleh InstitutTeknologi Sepuluh November (ITS)."Pada kompetisi ini kami berhasil meraih penghargaan sebagai juarakedua," jelas Dia.
 
Adapun, selain Panji dan Yesika, anggota lain yang juga tergabungdalam tim tersebut yaitu Adhirajasa, dan Farhan Nurfi Afriansyah. Keempatnyamerupakan mahasiswa Teknik Sipil UNS.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif