Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Tahun Ajaran Baru 2020/2021

FSGI: Sejumlah Sekolah dan Daerah Langgar Aturan

Pendidikan sekolah tahun ajaran baru Kenormalan Baru
Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Juli 2020 15:17
Jakarta: Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyebut banyak sekolah dan daerah yang memaksakan pembukaan aktivitas di hari pertama tahun ajaran baru 2020/2021. Padahal, sekolah atau daerah tersebut bukan termasuk dalam zona hijau penyebaran virus korona (covid-19).
 
Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim mengatakan, informasi itu didapat dari laporan jaringan FSGI di beberapa daerah. Kondisi ini disebut telah melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 pada masa pandemi.
 
"Tak hanya untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) melainkan juga untuk seluruh siswa TK, kelas I-VI SD dan kelas VII-IX SMP," kata Satriwan melalui keterangan tertulis, Selasa, 14 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, ada empat daerah yang melanggar aturan terkait pembukaan sekolah. Pertama, Kabupaten Simeleu, Aceh. FSGI mendapati informasi kalau Dinas Pendidikan Kabupaten Simeleu menginstruksikan seluruh siswa masuk pada awal tahun ajaran baru, Senin, 13 Juli 2020. Instruksi wajib masuk sekolah kembali ini tak hanya bagi siswa baru peserta MPLS, tetapi juga untuk seluruh siswa TK, SD, SMP dan SMA.
 
Padahal kata dia, Gubernur Aceh melalui Dinas Pendidikan Provinsi Aceh sudah memberikan instruksi agar sekolah-sekolah khususnya TK dan SD tidak dibuka.
 
"Walaupun berada di zona hijau, menurut SKB 4 Menteri, siswa SD masuk secara bertahap pada September, sedangkan untuk siswa TK/PAUD pada November. Namun, yang terjadi di Simeleu seluruh siswa sudah masuk pada 13 Juli 2020," terangnya.
 
Baca:Tahun Ajaran Baru, Ratusan Anak di DKI Belum Dapat Sekolah
 
Selanjutnya, di Pandeglang, Banten. FSGI menyebut sebagian besar SD dan SMP di Pandeglang telah memulai pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini berlaku bukan hanya bagi siswa baru.
 
Padahal, kata dia, berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19, Pandeglang berada di zona kuning. Artinya, siswa masih dilarang masuk kelas tatap muka, baik untuk kepentingan MPLS, maupun pembelajaran.
 
"Kondisi ini disinyalir karena longgarnya instruksi dari dinas pendidikan setempat, yang tak dengan tegas melarang sekolah dibuka kembali di tahun ajaran baru," tuturnya.
 
Berikutnya, di Kota Bekasi, Jawa Barat. Temuan FSGI, ada dua SD dan dua SMP yang tetap masuk, padahal wilayah itu masuk zona merah. Namun itu kata Satriwan, hal ini langsung direspons cepat oleh dinas pendidikan Kota Bekasi, dengan menghentikan MPLS dan pembelajaran tatap muka per hari ini Selasa, 14 Juni 2020.
 
Terakhir, beberapa SMP di Kota Padang, Sumatra Barat, yang tetap memulai MPLS secara tatap muka pada Senin, 13 Juli 2020. Padahal, Padang belum masuk zona hijau dan berpotensi menyalahi SKB 4 menteri.
 
"Kami berharap dinas pendidikan daerah harus patuh terhadap SKB 4 Menteri. Tidak boleh coba-coba terhadap kebijakan ini, sebab nyawa ribuan siswa dan guru menjadi taruhannya," tegasnya.

 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif