Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril. Zoom
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril. Zoom

Kemendikbud Kembangkan Marketplace BOS

Pendidikan Dana Bos
Ilham Pratama Putra • 29 Juli 2020 12:01
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengembangkan marketplace bantuan operasional sekolah (BOS). Marketplace BOS ini akan menjadi sebuah aplikasi untuk mendukung birokrasi dan administrasi di satuan pendidikan.
 
Salah satu pemanfaatan aplikasi ini adalah memudahkan sekolah dalam menggunakan aliran dana BOS. Sekolah dapat berbelanja sacara daring.
 
"Untuk operasional sekolah kita namakan marketplace BOS, sekolah bisa berbelanja berbagai kebutuhan dengan cashless agar lebih akuntabel. Jadi ini sebuah super app (aplikasi)," kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril, dalam konferensi video, Selasa, 28 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan marketplace BOS, kata Iwan, pengeluaran dana BOS lebih terpantau. Sekolah juga bisa mendapatkan referensi belanja di dalam aplikasi tersebut.
 
"Dengan dana ditransfer ke sekolah, dan terkurasi, artinya barang-barang dan prosesnya sesuai regulasi, lalu mutu barang dan jasa yang dapat dibeli telah dikurasi Kemendikbud," lanjut Iwan.
 
Baca:Kemendikbud Minta Kepsek Tak Was-was Kelola Dana BOS
 
Selain untuk belanja, marketplace BOS juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan penilaian terhadap siswa hingga guru. Pencocokan kompetensi juga dapat dilakukan pada aplikasi itu.
 
"Stakeholder dapat memanfaatkan dengan platform tadi. Baik itu penilaian pelatihan siswa, pelatihan guru, untuk mencocokkan proses magang, dan data lainnya," imbuh dia.
 
Dengan begitu, kata Iwan, birokrasi dan administrasi dapat dilakukan dengan mudah. Aplikasi ini akan menjadi bentuk efisiensi dalam dunia pendidikan.
 
"Jadi ini hal yang tadinya memakan waktu dan sumber daya manusia yang luar biasa, kita bisa melakukan simplikasi yang drastis. Sehingga ada semua dalam aplikasi ini lebih akuntabel dan bisa dilacak dan pelaporan yang makan waktu lama itu bisa dalam beberapa menit," ujarnya.
 

(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif