Kaprodi Teknologi Pertambangan Polinema, Agus Suhardono mengatakan, prodi Teknologi Pertambangan ini baru dibuka sejak tahun lalu. Namun, hanya satu kelas yang dibuka dengan 26 mahasiswa.
"Peminatnya tahun kemarin sampai 800 pendaftar. Sebanyak 109 pendaftar memilih prodi Pertambangan di pilihan pertamanya," katanya, Selasa, 10 Maret 2020.
Oleh karena itu, kini prodi Teknologi Pertambangan dibuka menjadi dua kelas dengan total 52 mahasiswa. Pendaftaran dibuka lewat tiga jalur, yakni Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK-PN), Jalur Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN), dan Jalur Mandiri.
"Tahun lalu kami hanya buka di jalur UMPN dan Jalur Mandiri saja. Sekarang tiga jalur. Jadi peminatnya diprediksi lebih banyak dari tahun lalu," ungkapnya.
Prodi ini sendiri menjalin kerja sama dengan empat Holding Industri Pertambangan. Yakni PT Inalum, PT Antam, PT Bukit Asam, dan PT Timah.
Kerja sama tersebut meliputi Pengembangan Program Studi Diploma III Teknologi Pertambangan, Beasiswa Pendidikan, Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa, Pengabdian Kepada Masyarakat di sekitar lokasi operasional tambang, Penelitian Terapan, dan Penyediaan SDM sebagai Dosen Industri.
"Kami juga mau menggandeng PT Freeport. Selain itu ESDM Jatim juga sempat menawarkan kerja sama," imbuhnya.
Di sisi lain, prodi Teknologi Pertambangan ini juga menerapkan kurikulum satu semester full PKN (praktik kerja nyata) di semester 5. Sehingga para mahasiswa bisa magang di empat perusahaan yang sudah bekerja sama tersebut selama 5-6 bulan.
"Jadi full di luar 5-6 bulan. Nanti setelah magang mereka bisa mendapat sertifikat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News