Literasi Teknologi Cegah Penyebaran Hoaks
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Foto: Medcom.id/Inten Suhartien).
Jakarta: Literasi teknologi diyakini dapat mencegah penyebaran hoaks atau kabar bohong. Sebab kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, literasi teknologi bisa memberi pemahaman teknologi yang lebih baik kepada mahasiswa ataupun dosen.

"Ini menjadi masalah kalau tidak dibekali dengan literasi teknologi itu, jangan sampai kita malah menyebarkan kabar bohong. Begitu baca, tanpa dipahami dulu dan langsung disebarkan," ujar Nasir seperti diansir Antara, Jakarta, Kamis, 1 Maret 2018.


(Baca juga: Pentingnya Literasi Media kepada Pelajar)

Menurut Nasir, mahasiswa maupun dosen berpotensi menyebarkan kabar bohong. Maka itu materi literasi teknologi perlu diberikan di perguruan tinggi.

Kemenristekdikti, aku dia, akan membangun pendidikan umum yang dimasukkan ke dalam kurikulum. Pendidikan umum memberi pemahaman kebangsaan agar peserta didik dapat berpikir jernih dalam memajukan negara.

"Dalam wawasan negara ada empat pilar kebangsaan yang tidak cukup hanya dalam pembelajaran, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

(Baca juga: Taman Baca Inovator Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi)

Pendidikan umum masuk ke kurikulum akan diterapkan dalam waktu dekat. Di dalamnya, literasi teknologi juga akan masuk sebagai materi.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id