Taman Baca Inovator Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi
Kegiatan Taman Baca Inovator. (Foto: Instagram Taman Baca Inovator).
Jakarta: Yayasan Taman Baca Inovator mengajak masyarakat berperan aktif dalam meningkatkan literasi anak. Mereka berharap masyarakat ikut mengelola taman bacaan milik Taman Baca Inovator.

Ada 23 taman bacaan milik Taman Baca Inovator yang kini tersebar di wilayah Jabodetabek, Bandung Barat, Jawa Timur, Maluku Tenggara Barat, Kalimantan, Tapanuli Utara, Palembang, hingga Sulawesi. Jika taman baca itu sudah berusia 3 tahun, maka yayasan akan melepas taman bacaan tersebut untuk dikelola masyarakat setempat.


Sebelum mengalih kelola taman bacaan, yayasan dan masyarakat membuat kesepakatan tertulis. Kesepakatan itu meminta masyarakat untuk menjaga taman bacaan.
 
Selama empat tahun berdiri, Taman Baca Inovator sudah mengalih kelola satu taman bacaannya kepada masyarakat. Taman bacaan yang dialih kelola yayasan ke masyarakat yaitu di daerah Tangerang pada Desember 2017. Meski dialih kelola ke masyarakat, taman baca itu tetap terdaftar sebagai milik yayasan. Hal ini untuk memudahkan relawan dan donatur yang ingin menyumbangkan buku ke taman baca tersebut.

Kata Ketua Yayasan Taman Baca Inovator Yessi Chandra, 23 taman baca itu ditempatkan di daerah-daerah yang masyarakatnya sulit mengakses perpustakaan. Di setiap taman baca terdapat staf yang bertugas melaporkan kegiatan taman baca. Para staff juga dibekali kemampuan mendongeng, kesenian, dan kerajinan.

Di masing-maisng taman baca juga terdapat sekitar 1.500 koleksi buku anak. Buku baru dan bekas yang layak baca itu berasal dari para relawan dan donatur.

"Anak-anak lebih tertarik dengan gambar dan warna sehingga buku-buku yang paling sering dicari adalah buku-buku pop up ataupun stiker yang tulisannya tidak banyak," jelas Yessi saat berbincang dengan Medcom.id.

Penataan buku di taman baca sesuai dengan kualifikasi usia anak. Ini untuk memudahkan anak memahami isi buku yang sesuai dengan usia mereka.



(HUS)