Forum yang berlangsung pada 26–29 Juni 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan diplomasi, negosiasi, komunikasi. Mereka juga dituntut memahami tantangan dunia internasional.
Mengusung tema “The Uncertain World: Rethinking Diplomacy in the Face of Crisis”, AYIMUN 21st menghadirkan 700 delegasi dari 19 negara. Para delegasi membahas isu-isu global melalui berbagai dewan simulasi PBB.
Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, mengatakan AYIMUN bukan sekadar ajang debat. Melainkan wadah bagi anak muda dari berbagai negara untuk membangun pemahaman dan kolaborasi lintas budaya.
| Baca juga: Kemendikdasmen Siapkan Rp5,83 Triliun untuk Digitalisasi Pembelajaran, Ada Coding dan AI |
“Semua peserta yang hadir berasal dari negara, sekolah, bahasa, dan latar belakang yang berbeda dengan cara pandang beragam terhadap isu dunia. Namun hari ini mereka berada di ruangan yang sama, berbicara atas nama negara yang mereka wakili dan memperjuangkan isu yang mungkin sebelumnya belum pernah dipelajari,” ujar Fahrizal dalam keterangannya, Rabu 1 Juli 2026.
Dalam AYIMUN 21st, para peserta mengikuti sembilan council atau dewan simulasi PBB, yaitu:
- United Nations Environment Programme (UNEP) Chamber 1 & 2
- World Health Organization (WHO) Chamber 1 & 2
- United Nations Development Programme (UNDP)
- United Nations Trade and Development (UNCTAD)
- United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UNCOPUOS)
- Disarmament and International Security Committee (DISEC)
- United Nations Human Rights Council (UNHRC)
Melalui forum tersebut, peserta berlatih mengambil posisi sebagai perwakilan negara. Peserta juga diminta menyusun gagasan penyelesaian terhadap berbagai isu internasional.
Kegiatan AYIMUN 21st juga mendapat perhatian dari sejumlah perwakilan diplomatik dan organisasi internasional. Duta Besar Malaysia untuk Thailand, H.E. Datuk Wan Zaidi Wan Abdullah, mengapresiasi keterlibatan anak muda dalam forum tersebut.
Ia mendorong para delegasi memanfaatkan kesempatan AYIMUN untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, serta membangun jejaring internasional. Sementara itu, Duta Besar Timor-Leste untuk Thailand, H.E. Francisco Tilman Cepeda, menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menghadapi persoalan global yang semakin kompleks.
“Dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan saling terhubung. Kalian sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam membawa ide-ide segar dan membangun keterlibatan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Jack Crawford, Associate Economic Affairs Officer di United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP). Menurutnya, ketidakpastian global menjadi tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.
| Baca juga: Kemendikdasmen Bocorkan 4 Program Prioritas Pendidikan di 2027, Ini Daftarnya |
Ia menilai forum seperti AYIMUN dapat menjadi tempat bagi anak muda untuk menemukan isu yang ingin diperjuangkan sekaligus memahami pentingnya diplomasi dalam mencari solusi. AYIMUN 21st diselenggarakan oleh International Global Network (IGN), organisasi pendidikan internasional yang berfokus pada pengembangan generasi muda usia 11–25 tahun.
Sejak berdiri pada 2016, IGN telah menggelar berbagai forum kepemudaan internasional seperti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) dan Asia World Model United Nations (AWMUN). Program tersebut telah diikuti lebih dari 30 ribu pemuda dari lebih dari 160 negara.
Dalam kesempatan yang sama, IGN juga memberikan penghargaan kepada empat alumni yang telah mengikuti program AYIMUN dan AWMUN lebih dari empat kali. Keempat alumni tersebut yaitu Lleyton Schuts (Australia), Mailika P. Boransing (Filipina), Bratasena Ratmowardojo (Indonesia), dan Mirabelle Woo (Malaysia).
Sebagai bentuk apresiasi, keempat alumni mendapatkan beasiswa penuh untuk mengikuti AYIMUN 22nd yang akan berlangsung pada 21–24 Agustus 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Melalui AYIMUN, generasi muda dari berbagai negara diharapkan tidak hanya menjadi peserta diskusi global, tetapi juga calon pemimpin yang mampu menawarkan solusi terhadap berbagai tantangan dunia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda