Kunjungan mahasiswa Ilkom UAG ke Metro TV. Foto: UAG
Kunjungan mahasiswa Ilkom UAG ke Metro TV. Foto: UAG

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAG Kunjungi ke Metro TV, Belajar Transformasi Jurnalisme

Citra Larasati • 26 Mei 2026 18:02
Ringkasnya gini..
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ary Ginanjar melakukan kunjungan ke Metro TV.
  • Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa belajar tentang transformasi jurnalisme dan komunikasi di era digital.
  • Kunjungan akademik ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana media modern bekerja.
Jakarta: Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ary Ginanjar (UAG) melaksanakan kunjungan akademik ke Metro TV sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran lapangan untuk memahami secara langsung dinamika industri media modern, khususnya dalam bidang jurnalistik digital, komunikasi krisis, dan sistem kerja newsroom di era multiplatform.
 
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai bagaimana media televisi nasional bekerja dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku audiens di era media sosial.
 
Dalam sesi pemaparan materi, pihak Metro TV menjelaskan bahwa dunia jurnalistik saat ini mengalami transformasi besar. Jika dahulu media berfokus pada televisi linear dan sistem kerja konvensional, kini media harus mampu bergerak secara cepat, real-time, dan terintegrasi melalui berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, hingga X.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada perubahan peran jurnalis dari gatekeeper menjadi sense maker. Pada era digital, masyarakat tidak lagi hanya menerima informasi dari media utama, tetapi juga dari media sosial dan jurnalisme warga. Oleh karena itu, media memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melakukan verifikasi, pendalaman informasi, serta menjaga akurasi berita di tengah arus informasi yang sangat cepat.
 
Dalam pemaparannya, narasumber dari Metro TV menjelaskan bahwa newsroom modern bekerja secara dinamis dan terus-menerus. Seorang reporter dapat meliput beberapa lokasi dalam satu hari dan menghasilkan banyak berita dalam waktu singkat. Seluruh proses produksi berita dilakukan berdasarkan sistem deadline ketat dan disesuaikan dengankebutuhan multiplatform.
 
Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai tantangan komunikasi krisis digital, khususnya dalam menghadapi tekanan kecepatan informasi di media sosial.  Metro TV menegaskan bahwa meskipun media sosial unggul dalam penyebaran informasi secara cepat, media arus utama tetap harus mengutamakan prinsip akurasi, verifikasi, dan etika jurnalistik.
 
Salah satu pembahasan penting dalam kegiatan ini adalah mengenai dilema antara kecepatan dan akurasi dalam pemberitaan. Narasumber menjelaskan bahwa informasi yang belum sepenuhnya terverifikasi dapat berkembang menjadi kesalahan besar apabila dipublikasikan secara terburu-buru.
 
Oleh karena itu, Metro TV menerapkan proses kurasi dan pengecekan informasi sebelum suatu berita ditayangkan. Mahasiswa juga diajak memahami bagaimana konten berita saat ini tidak hanya diproduksi untuk televisi, tetapi juga dikembangkan kembali menjadi berbagai format digital seperti video pendek, konten vertikal, highlight berita, hingga konten media sosial.
 
Strategi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan pola konsumsi audiens digital yang cenderung menyukai informasi cepat dan visual yang menarik. Selain membahas sistem kerja media, pihak Metro TV juga menekankan pentingnya etika jurnalistik dalam penggunaan teknologi digital dan artificial intelligence (AI). Media diharapkan tetap menjaga independensi, transparansi, serta tidak menggunakan teknologi untuk membuat informasi manipulatif atau menyesatkan.
 
Melalui kunjungan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UAG memperoleh wawasan baru mengenai praktik jurnalistik modern, komunikasi krisis digital, strategi media multiplatform, serta tantangan media massa dalam mempertahankan kredibilitas di era digital. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap dunia industri media secara nyata sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi perkembangan komunikasi digital di masa depan.
 
Kunjungan akademik ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana media modern bekerja dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan perilaku audiens, serta tantangan komunikasi di era digital.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA