Quality Assurance Specialist perusahaan FnB, Erwin Setiawan. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Quality Assurance Specialist perusahaan FnB, Erwin Setiawan. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Tips Memilih Makanan Instan yang Sehat Selama Ramadan

Ilham Pratama Putra • 02 Maret 2026 16:04
Ringkasnya gini..
  • Erwin menegaskan makanan instan tidak bisa digeneralisasi sebagai pilihan yang selalu buruk.
  • Perkembangan teknologi pengolahan dan pengemasan membuat sejumlah produk justru lebih aman dan praktis tanpa harus sarat bahan tambahan.
  • Dia mengingatkan konsumen untuk melakukan kurasi produk sebelum masuk kantong belanja..
Jakarta: Saat bulan Ramadan, daftar belanja rumah tangga biasanya bertambah panjang. Selain bahan pokok, aneka makanan instan dan siap saji turut jadi incaran.
 
Pilihan makanan instan ini menjadi andalan mengingat waktu sahur terbatas dan kebutuhan berbuka yang cepat. Sehingga membuat produk praktis menjadi pilihan rasional bagi banyak keluarga.
 
Namun, bagaimana memastikan makanan instan yang dibeli tetap mendukung gizi seimbang Quality Assurance Specialist perusahaan Food and Beverage, Erwin Setiawan, menilai perilaku konsumen yang tidak memahami makanan instan yang dibeli dapat menjadi persoalan.

“Kalau ke supermarket atau ke pasar, harus tahu kira-kira apa yang dibeli. Karena kalau kita enggak tahu, itu jadi enggak gizi seimbang,” ujar Erwin dalam Group Media Interview TikTok bertajuk #SerunyadiTikTok di Jakarta Kamis, 26 Februari 2026.
 
Erwin menegaskan makanan instan tidak bisa digeneralisasi sebagai pilihan yang selalu buruk. Perkembangan teknologi pengolahan dan pengemasan membuat sejumlah produk justru lebih aman dan praktis tanpa harus sarat bahan tambahan.
 
Ia mencontohkan makanan instan berbasis homemade, seperti rendang siap saji yang dikemas dengan teknologi vakum. Produk semacam ini dinilai lebih baik karena tidak memerlukan tambahan pengawet kimia, melainkan mengandalkan teknik pengemasan modern untuk menjaga kualitas.
 
“Misalnya makanan instan daging homemade, rendang yang hanya di-microwave saja, itu bagus karena memang tidak ada pengawet yang lain. Hanya menggunakan teknologi pengemasan seperti vacuum sealer,” jelas dia.
 
Teknologi vakum membantu memperpanjang daya simpan tanpa harus menambahkan natrium atau gula dalam jumlah tinggi sebagai pengawet. Selain itu, konsumen harus mewaspadai garam dan gula tersembunyi dalam makanan instan.
 
"Konsumen tetap harus berhati-hati, terutama terhadap produk kalengan atau olahan yang menggunakan metode pengawetan sederhana. Garam dan gula kerap dipakai untuk memperpanjang masa simpan, sehingga kandungannya bisa cukup tinggi," tutur dia.
 
Salah satu contoh populer adalah sarden kalengan yang sering dijadikan menu sahur. Erwin mengingatkan agar konsumsinya tidak berlebihan.
 
“Boleh enggak sih makan sarden setiap hari untuk sahur? Ya boleh-boleh saja makan, tapi seminggu tiga kali aja karena kandungan natriumnya tinggi,” kata dia.
 
Konsumsi natrium berlebihan dapat memicu rasa haus berlebih saat berpuasa. Selain itu terdapat risiko terhadap tekanan darah jika berlangsung dalam jangka panjang.
 
Dia mengingatkan konsumen untuk melakukan kurasi produk sebelum masuk kantong belanja. Menurutnya, langkah paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah membaca label komposisi dan informasi nilai gizi.
 
"Perhatikan kandungan protein, serat, gula, dan natrium sebelum memutuskan membeli," kata dia.
 
Ia mengatakan belanja banyak saat Ramadan sah-sah saja. Namun, kecermatan dalam memilih produk menjadi kunci agar kepraktisan tidak mengorbankan kesehatan.
 
"Dengan kurasi produk yang tepat, makanan instan bisa menjadi solusi praktis tanpa meninggalkan prinsip gizi seimbang," ujar Erwin.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan