TKA Bahasa Indonesia SD mencakup beragam materi mulai dari memahami teks bacaan, mengenali kosakata, hingga memahami teks informasi dan teks fiksi. Sebelum membahas soal-soalnya, yuk kenalan dulu dengan TKA dan alasan di balik penyelenggaraannya. Simak selengkapnya.
Apa itu TKA?
Melansir dari laman Pusmendik Kemdikbud, TKA hadir dari kebutuhan akan sistem pelaporan capaian akademik siswa yang terstandar secara nasional. Selama beberapa tahun terakir, ketiadaan sistem semacam ini memunculkan sejumlah masalah, khususnya ketika capaian belajar siswa dari sekolah yang berbeda harus dibandingkan, misalnya dalam proses seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.Sistem seleksi yang selama ini bertumpu pada nilai rapor dinilai kurang objektif, mengingat standar penilaian setiap sekolah bisa berbeda jauh. TKA muncul sebagai jawaban atas persoalan itu dengan menghadirkan acuan penilaian yang seragam, adil, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Selain itu, TKA juga punya sejumlah tujuan lain yang tak kalah penting. Selain menyediakan data capaian akademik terstandar untuk keperluan seleksi, TKA dirancang agar siswa dari jalur pendidikan nonformal dan informal tetap mendapat akses penyetaraan hasil belajar.
Di sisi lain, TKA diharapkan mendorong para pendidik untuk terus meningkatkan kualitas penilaian, sekaligus memberikan gambaran nyata kepada siswa tentang kekuatan dan kelemahan mereka secara akademis. Lantas, seperti apa bentuk soalnya? Berikut penjelasannya.
5 Soal TKA Bahasa Indonesia SD
Bacaan untuk soal nomor 1-2
Danau untuk SemuaDi hutan ada sebuah danau tempat semua binatang minum. Suatu pagi, air danau menjadi kotor karena Rino si badak tidur di sana. Binatang lainnya yang mau minum tidak bisa minum. Namun, mereka takut menegur Rino karena badannya besar dan bercula. Mereka diam seribu bahasa. Rino malah merasa bangga karena jadi pusat perhatian. Esoknya, Rino masih berendam. Binatang-binatang makin kekhawatiran.
"Aduh, bagaimana ini?" ujar Bani si kelinci. Hewan lain juga mulai gelisah.
Binatang-binatang hutan pun berkumpul dan bermusyawarah. Hari si harimau mengusulkan agar meminta bantuan Ucil si kancil.
"Setuju!!" semua binatang berteriak antusias.
Ucil menemui Rino.
"Selamat siang. Maaf mengganggu Tuan. Ada kabar penting," kata Ucil dengan lembut.
Rino segera bangun. Ia merasa tersanjung dengan ucapan Ucil.
"Kabar penting? Cepat bicara!" kata Rino.
"Hamba kasihan kepada Tuan. Badan besar berendam di danau kecil. Tidak pantas, Tuan. Oh ya, ada makhluk yang menutup jalan air supaya tidak mengalir. Sayang, makhluk itu tidak kelihatan oleh mata kita, dia makhluk gaib," lanjut Ucil.
Rino mengerutkan dahinya.
"Percayalah, Tuan," butuk Ucil.
Rino segera berjalan menuju pohon nangka. Ia pun mengawasi pohon itu selama setengah hari. Sementara itu, binatang yang lain bergantian datang untuk minum air danau.
Rino selesai mengawasi pohon nangka. Ia kembali menuju danau. Sementara, binatang lainnya sudah meninggalkan danau. Mereka sudah tidak haus lagi.
1. Soal 1
Siapa yang mengusulkan untuk meminta bantuan hewan yang cerdik?A. Bani
B. Ucil
C. Rino
D. Hari
2. Soal 2
Apa arti “diam seribu bahasa” pada teks fabel tersebut?A. Para binatang di hutan tidak mampu melakukan sesuatu.
B. Semua binatang di hutan menahan untuk tidak berkomentar.
C. Penghuni hutan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.
D. Binatang-binatang di hutan tidak mengetahui masalah yang terjadi.
Bacaan untuk soal nomor 3-5
Hewan Pemakan Daun, Apa Itu?Hewan bisa dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan makanan mereka. Karnivora, hewan pemakan daging. Contoh hewan karnivora adalah singa. Selanjutnya herbivora, yaitu hewan pemakan tumbuhan. Sapi adalah contoh hewan herbivora. Terakhir, hewan omnivora, yaitu hewan pemakan daging dan tumbuhan, seperti beruang.
Dari kelompok herbivora, ada hewan yang hanya makan daun saja. Mereka disebut folivora. Hewan folivora hanya makan daun untuk hidup. Namun, daun itu susah untuk dicerna, apalagi kalau sudah tua. Kadang-kadang daun juga mengandung zat yang bisa berbahaya.
Agar bisa mencerna daun, tubuh hewan folivora punya cara khusus. Mereka punya usus yang panjang agar makanan bisa diproses lebih lama. Tubuh hewan folivora bekerja lebih lambat, jadi tidak terlalu banyak bergerak. Di dalam perut hewan folivora juga ada bakteri baik yang membantu mencerna daun. Beberapa hewan folivora lebih suka daun muda karena lebih lembut dan mudah dimakan.
Ada beberapa contoh hewan folivora yang hidup di alam. Misalnya, panda yang makan daun bambu. Ada juga koala yang makan daun eukaliptus. Mereka tinggal di hutan dan sangat bergantung pada daun untuk makan. Karena itu, hutan tempat mereka tinggal harus dijaga supaya mereka bisa terus hidup.
3. Soal 3
Apa saja contoh hewan folivora berdasarkan informasi tersebut? Pilih pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu.A. Sapi.
B. Koala.
C. Panda.
4. Soal 4
Pilih mana yang sesuai untuk menggambarkan informasi pada teks tersebut?Pilihan Jawaban:
A. Tiga Kelompok Utama Hewan (berdasarkan makanannya) → Cara Hewan Folivora Mencerna Daun → Pengertian Hewan Folivora → Contoh Hewan Folivora
B. Tiga Kelompok Utama Hewan (berdasarkan makanannya) → Contoh Hewan Folivora → Pengertian Hewan Folivora → Cara Hewan Folivora Mencerna Daun
C. Tiga Kelompok Utama Hewan (berdasarkan makanannya) → Pengertian Hewan Folivora → Contoh Hewan Folivora → Cara Hewan Folivora Mencerna Daun
D. Tiga Kelompok Utama Hewan (berdasarkan makanannya) → Pengertian Hewan Folivora → Cara Hewan Folivora Mencerna Daun → Contoh Hewan Folivora
5. Soal 5
Apa gagasan utama yang disampaikan pada paragraf ketiga teks tersebut?A. Jenis daun yang cocok untuk hewan folivora.
B. Pembagian hewan berdasarkan makanan mereka.
C. Cara khusus tubuh hewan folivora mencerna daun.
D. Peranan penting hutan bagi kehidupan hewan folivora.
Kunci Jawaban
Berikut jawaban dari soal-soal di atas:- D (Hari)
- B (Semua binatang di hutan menahan untuk tidak berkomentar)
- B dan C
- C
- C
Jadwal Lengkap TKA SD 2026
Mengutip akun Instagram @ditpsd, seluruh tahapan TKA 2026 telah dirancang agar satuan pendidikan dan siswa punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri, sekaligus memastikan proses penilaian berjalan tertib, adil, dan akuntabel. Berikut rincian jadwalnya:- Pendaftaran: 19 Januari-28 Februari 2026
- Simulasi SD: 2-8 Maret 2026
- Gladi Bersih: 9-17 Maret 2026
- Pelaksanaan Utama SD: 20-30 April 2026
- Pelaksanaan Susulan: 11-17 Mei 2026
- Pengolahan Hasil: 18-23 Mei 2026
- Pengumuman Hasil: 24 Mei 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News