Dua mahasiswa Unpad yang menjadi relawan Gempa Cianjur. Foto: Unpad
Dua mahasiswa Unpad yang menjadi relawan Gempa Cianjur. Foto: Unpad

Berbagi Cerita, 2 Mahasiswa Unpad Jadi Relawan Bencana Gempa Cianjur

Citra Larasati • 27 November 2022 14:57
Jakarta:  Peristiwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 di wilayah Cugenang, Kabupaten Cianjur, Senin, 21 November mendorong banyak orang terjun melaksanakan misi kemanusiaan sebagai relawan.  Tidak terkecuali mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad).
 
Selang beberapa jam setelah gempa terjadi, sekelompok mahasiswa Unpad yang tergabung dalam Forum Komunikasi Padjadjaran Rescue dan tim medis segera berangkat menuju lokasi bencana. Dua di antara mahasiswa yang berangkat ialah Asyrurifa Fauzi dan Viona Liuprilita Budiman.
 
Dua mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.  Fauzi dan Viona bercerita mengenai keikutsertaannya sebagai relawan bencana gempa Cianjur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Viona yang merupakan orang Cianjur asli sangat tergerak untuk membantu sesama warga yang terdampak bencana gempa bumi. “Jadi saya sangat tertarik untuk membantu kota sendiri juga. enggak nyangka Cianjur kota kecil tapi bencananya bisa dibilang besar,” tutur Viona dalam siaran pers, Minggu, 27 November 2022.
 
Sementara Fauzi yang berasal dari Sukabumi juga tergerak menjadi relawan. Sebabnya, Cianjur merupakan kota yang kerap dikunjungi karena banyak teman-temannya yang tinggal di sana. Karena kedekatannya dengan Cianjur inilah yang mendorong Fauzi terjun menjadi relawan.
 
Pasca gempa bumi terjadi, komunikasi di dalam forum intens dilakukan. Utamanya mempersiapkan keberangkatan relawan menuju lokasi bencana.
 
Keduanya yang merupakan anggota dari Unit Pencinta Alam Palawa Unpad tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri sebagai relawan. “Semuanya atas dasar inisiatif, bukan ditugaskan,” kata Viona.
 
Belajar Banyak Hal Sesampainya di Cianjur, relawan Unpad langsung melakukan asesmen terkait kondisi dan apa yang dibutuhkan penyintas. Selanjutnya, relawan dibagi menjadi beberapa tim.
 
Ada yang turun membantu proses evakuasi di lapangan, ada yang bertugas di posko membantu pengelolaan bantuan, serta ada yang bertugas di rumah sakit sebagai tim medis. Viona dan Fauzi sendiri mendapat tugas di posko.
 
Kendati tidak turun langsung ke lapangan, keduanya mengaku mendapatkan banyak hal selama bertugas di posko. Selama di posko, mereka berhadapan langsung dengan penyintas yang meminta sejumlah bantuan logistik.
 
“Pas ke sini (penyintas) sedikit membeludak, tetapi Alhamdulillah bisa diatasi,” kata Fauzi.
 
Bantuan yang datang di posko perlu diatur agar bisa diterima penyintas secara merata. Dari proses ini, Fauzi mengaku sedikit banyak belajar mengenai manajemen penyaluran logistik untuk penyintas bencana.
 
“Kan di sini kebetulan banyak yang membutuhkan, sementara barang enggak terlalu banyak. Jadi bagaimana memprioritaskan untuk yang benar-benar membutuhkan dengan melakukan asesmen terlebih dahulu,” jelas Fauzi.
 
Bagi Fauzi dan Viona, keikusertannya menjadi relawan bencana gempa Cianjur merupakan pengalaman pertama. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi keduanya.
 
Fauzi sendiri merasakan, menjadi relawan di daerah bencana mendorongnya untuk lebih peka terhadap sesama. Selain itu, ia juga mendapat pengalaman bagaimana melakukan manajemen terhadap bantuan untuk korban bencana alam agar tepat sasaran dan merata.
 
Sementara Viona sendiri belajar untuk lebih mensyukuri atas apa yang diberikan Sang Pencipta. “Meskipun keluarga di Cianjur, syukur masih dilindungi. Semoga apa yang terjadi di Cianjur bisa segera pulih,” pungkasnya.
Baca juga:  Unpad Pastikan Bantuan Gempa Cianjur Sesuai Target Lewat Asesmen

 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif