"Fokus kita pada pemulihan pembelajaran adalah kemampuan literasi, numerasi, dan karakter. Ini menjadi menu penting," kata Jumeri dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, Selasa, 14 Juni 2022.
Dia menuturkan tiga menu itu mesti memiliki paradigma baru. Yakni, pemberian pembelajaran dengan cara menarik.
Jumeri mengatakan pembelajaran yang berkaitan dengan literasi, numerasi, dan karakter masih belum menarik. Akibatnya, banyak peserta didik tidak memenuhi kompetensi di tiga bidang tersebut.
"Ini menjadi paradigma baru kita harus membuat pembelajaran yang lebih menarik untuk anak-anak kita supaya mereka senang belajar, terangsang kreativitasnya, bekerja secaa kelompok," tutur dia.
Jumeri menuturkan dengan penyajian menarik, anak-anak akan lebih senang belajar. Sehingga, proses pemulihan pembelajaran bisa berjalan lebih cepat.
"Dengan sajian yang menyenangkan tadi, ditambah materi disederhanakan, belajar hal yang esensial maka kita bisa mencapai pemulihan pembelajaran tersebut," tutur dia.
Baca: Kemendikbudristek: Hanya 30% Pelajar Memiliki Kemampuan Literasi dan Numerasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News