Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid saat menyerahkan Satyalencana Kebudayaan 2021. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid saat menyerahkan Satyalencana Kebudayaan 2021. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Dua Tokoh Ini Terima Penghargaan Satyalancana Kebudayaan 2021, Ini Prestasinya

Pendidikan Jokowi Kebudayaan Hari Guru Nasional Penghargaan Pendidikan HGN 2021
Ilham Pratama Putra • 25 November 2021 11:38
Jakarta: Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan penghargaan Satyalancana Kebudayaaan 2021. Penghargaan itu diberikan pada Dedi Mulyadi dan Sanny Wijaya Nata Kusumah bertepatan dengan momentum Hari Guru Nasional (HGN) 2021.
 
Dedi Mulyadi, diganjar penghargaan atas jasanya yang berhasil menata pembangunan berbasis kearifan lokal melalui pembangunan Taman Air Mancur Sri Baduga Maharaja, Bale Panyawangan Diorama Sunda, Indung Rahayu, wayang nusantara, Taju Gede Cilodong. Selain itu pemerintah memberikan penghargaan atas upayanya membangun sekolah Kahuripan Padjajaran.
 
Sementara, Sanny Wijaya Nata Kusumah diberikan penghargaan karena berhasil mendirikan perguruan pencak silat dan lingkung seni padjajaran. Ia mendirikan 20 cabang perguruan pencak silat padjajaran di seluruh nusantara, dua cabang di mancanegara yakni Belanda dan Singapura.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua penerima penghargaan, pada hari ini telah dilakukan penyematan Lencana
Satyalancana Kebudayaan serta penyerahan Piagam Penghargaan. Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid menyebut keduanya telah berperan banyak dalam upaya terciptanya kelestarian budaya.
 
"Kedua penerima dinilai merupakan tokoh teladan bagi masyarakat khususnya generasi muda agar senantiasa berupaya melakukan upaya-upaya pelestarian kebudayaan sehingga tercipta kemajuan budaya dan tertanamnya nilai-nilai luhur budaya yang terus berkesinambungan," tutur Hilmar di kantor Kemendikbudristek, Kamis, 25 November 2021.
 
Baca juga:  Pesan Jokowi di Dies Natalis ke-15 UMN
 
Adapun dasar hukum dari penghargaan ini adalah UU Nomor 20 Tahun 2009, PP Nomor 1 Tahun 2010 dan PP Nomor 35 Tahun 20, dan UU Pemajuan Kebudayaan No. 5 Tahun 2017. Tujuan dari Pemberian Gelar Tanda Kehormatan dari Presiden secara khusus merujuk pada Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2009 yakni untuk menghargai jasa setiap orang, kesatuan, institusi pemerintah atau organisasi yang telah mendarmabaktikan diri dan berjasa besar dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Pemberian penghargaan ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan semangat kepahlawanan, kepatriotan dan kejuangan setiap orang untuk kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara. Serta menumbuhkembangkan sikap keteladanan bagi setiap orang dan mendorong semangat melahirkan karya terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif