Pelaksanaan UN Harus Disesuaikan

KPAI Mendesak Ada Kurikulum Sekolah Darurat

Intan Yunelia 08 Oktober 2018 05:00 WIB
Gempa Donggala
KPAI Mendesak Ada Kurikulum Sekolah Darurat
Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Medcom.id/Intan Yunelia.
Jakarta:  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Kemendikbud dan Kemenag menyiapkan kurikulum untuk sekolah darurat di lokasi bencana. Sangat tidak adil jika siswa di sekolah darurat harus menerapkan kurikulum nasional yang sama dengan di sekolah normal.

"Sementara kondisi para siswa di lokasi bencana masih serba darurat.  Sarana prasarana sangat minim, kondisi pendidik, dan kondisi psikologis anak-anak  masih belum stabil, serta rendahnya kenyaman dalam proses pembelajaran di kelas," papar Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.


Retno berharap. peserta didik dan pendidik di sekolah darurat tidak dibebani dengan beratnya kurikulum nasional.  Namun sudah semestinya kurikulum menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Demikian juga sistem penilaian, dan ujian sekolah, serta ujian nasional (UN) peserta didik di sekolah-sekolah darurat, harus disesuaikan.  "Bukan disamakan dengan peserta didik lain di Indonesia yang wilayahnya, atau sekolahnya tidak terdampak bencana," ujar mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Jakarta ini.

?Retno mengatakan, kurikulum sekolah darurat sangat dibutuhkan, mengingat Indonesia merupakan negeri dengan karateristik geografis rawan bencana. Terletak di wilayah cincin api dunia, Indonesia sangat rawan diguncang gempa bumi hingga gelombang tsunami. 

"Gunung-gunung berapi yang terdapat di hampir semua pulau juga menambah rentetan kemungkinan terjadinya bencana vulkanologi," kata mantan guru SMAN 13 Jakarta ini.

Baca: Anak-anak Korban Gempa Butuh Orang Tua Asuh

Selain itu, posisi Indonesia yang berada di atas garis khatulistiwa, membuat Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni panas dan penghujan. Musim panas dapat menyebabkan kekeringan juga kebakaran hutan, sementara musim hujan berpotensi mengakibatkan banjir.

"Belum lagi ada ancaman bencana angin seperti badai tropis dan puting beliung," imbuh Retno,



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id