Dia mengatakan hal itu tak terlepas dari sikap guru. Ubaid menilai guru turut menjadi aktor dari maraknya kekerasan antar pelajar.
"Ya gurunya, ya peserta didiknya sama-sama punya cermin buruk. Kasus kekerasan di sekolah ini dipraktikkan oleh guru dan murid, termasuk kekerasan seksual guru juga jadi aktor," kata Ubaid kepada Medcom.id, Selasa, 28 Februari 2023.
Ubaid menyebut pendekatan kekerasan dalam dunia pendiudikan masih dipraktikkan di mana-mana. Hal ini diperparah rendahnya keteladanan guru menjadi faktor gagalnya pendidikan karakter di sekolah.
"Meski pendidikan karakter ini menjadi jargon Presiden Jokowi (Presiden Joko Widodo), tapi Kemendikbud dan dinas pendidikan tidak menjadikan sebagai prioritas," tutur dia.
Ubaid menuturkan survei JPPI menunjukkan guru menjadi pelaku kekerasan paling banyak di sekolah. Jumlahnya mencapai 117 kasus selama 2022.
"Kalau dilihat dari pelaku dan korban kekerasan, peserta didik menjadi pelaku sedikit cuma 77 kasus sementara korban peserta didik 185 kasus, sementara guru mayoritas menjadi pelaku sebanyak 117 kasus," ucap dia.
| Baca juga: Tewas Dianiaya Senior, Mahasiswa Poltekpel Surabaya Sempat Mogok Kuliah |
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News